Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Tuhan’

Paradoks agak longgar pasti, namun dapat dikatakan sebagai pernyataan yang benar yang menentang intuisi. Beberapa solusi, beberapa tidak. Berikut adalah 7 paradoks kami yakin Anda tidak bisa memecahkan.

1. Free will/Kehendak Bebas

Image source – Wikipedia

Jika Allah Maha Kuasa dan tahu apa yang akan kita lakukan sebelum dia menciptakan kita, bagaimana kita bisa memiliki kehendak bebas?

JAWABAN: Paradoks ini dijelaskan oleh Allah berada di luar waktu-ia mengetahui masa depan seperti dia tahu masa lalu dan kini. Sama seperti masa lalu tidak mengganggu kehendak bebas kita, begitu juga masa depan.

2. Crocodile Dilemma/Dilema Buaya

Image source – Wikipedia

Buaya mencuri anak dari ayahnya, dan berjanji untuk mengembalikan anak jika ayah benar bisa menebak apa yang akan dilakukan buaya. Apa yang terjadi jika ayah menebak bahwa anak tidak akan dikembalikan kepadanya?

JAWAB: Ada solusi. Jika buaya terus si anak, ia melanggar aturan-Nya, sebagai ayah yang diprediksi corretctly. Jika anak buaya kembali, ia masih melanggar aturan sebagai prediksi ayah salah. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Sebuah bangunan gereja yang mengambang di air merupakan sensasi yang baru dan unik bagi umat yang beribadah. Dimana dalam beribadah diringi gemericik air atau alunan ombak kecil.Tapi akan menimbulkan kekawatiran jika musim badai yang akan meimbulkan ombak besar. Tapi terlebih itu dimana pun berada akan indahnya jika orang dpat bertemu dangan Tuhannya untuk berdoa dan mengucap syukur.

church thumb Floating church’s

(lebih…)

Read Full Post »

Terkadang dari orang-orang sederhana atau yang biasa disebut wong cilik kita bisa belajar mengenai nilai-nilai kehidupan. Seperti yang dulu saya dapatkan dari seorang bapak yang membuka angkringan dekat kontrakan saya .Angkringan itu sepintas tidak jauh beda dengan yang lainnya, baik dari ragam makan-minumannya yang disediakan, gerobak yang dipakai, warna terpal oranye yang menjadi ciri khas angkringan di kota Gudeg ini. Namun saya pribadi terkesan dengan kejujuran yang diperlihatkan oleh bapak ini. (lebih…)

Read Full Post »

Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. “Inilah hartaku yang paling berharga”, demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, “Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. “Ini perintah Raja!”. Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan. (lebih…)

Read Full Post »

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.” (lebih…)

Read Full Post »

Saat ini sepertinya aku sudah mencapai titik didih. Gelembung-gelembung amarah tak henti-hentinya bermunculan bergantian. Panasnya api masalah sepertinya juga tak kunjung mendingin. Kalau sudah begini, aku lebih baik memanggil Tuhan untuk mengecilkan atau mematikan apiku…  sebelum semuanya tumpah ruah…  atau malah habis menghanguskan wadahku…

Aku ambil selulerku. Aku putar nomor telepon Tuhan. Seperti biasa, aku tak perlu menunggu lama karena Tuhan selalu menyediakan direct line-nya untukku.

Aku      : Halo, ini Tuhan?

Tuhan  : Iya, ada apa anak-Ku terkasih? (Tuhan selalu memanggilku terkasih, membuat aku berbunga-bunga tiap mendengarnya)

Aku      : Ini, Tuhan, aku mau curhat lagi… Boleh kan?

Tuhan  : Boleh… boleh… malahan Aku heran, kenapa kamu lama sekali tidak curhat pada-Ku??

Aku      : Iya, maaf, Tuhan… aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri. Aku merasa aku bisa mengatasi semua dengan kemampuanku sendiri. Tetapi ternyata aku salah. Aku tidak bisa menyelesaikan semua masalahku sendirian… (ada nada malu saat mengucapkan konfesi ini)

Tuhan  : Aku tahu… aku tahu semua masalahmu, Ninik Sayang… Aku juga tahu sekuat apa kamu mencoba mengatasi semua masalahmu. Masalahnya, kamu selalu tidak bisa menghilangkan ketakutanmu. Kamu takut Aku tidak sungguh-sungguh menolongmu. Kamu takut bila engkau merendahkan hatimu engkau akan diinjak-injak. Kamu takut bila masalah muncul maka kamu yang akan disalahkan. Kamu takut dijadikan bulan-bulanan banyak orang. Banyak sekali ketakutanmu… Aku bahkan tahu kamu masih takut hantu, takut alien menyerang bumi, takut bencana kiamat menimpamu di saat kamu sedang berjauhan dengan keluargamu… (hwadhuh, ketahuan nih…)

(lebih…)

Read Full Post »

Salam kasih,

Suatu malam, dalam keletihan menjalani beratnya kehidupan, seorang wanita bermimpi berjalan di pantai masa lalunya. Tiba-tiba Tuhan telah berdiri di sisinya. Ketika menatap pasir pantai masa lalu wanita itu melihat dua pasang jejak kaki. Wanita itu bertanya, “Jejak kaki siapakah ini?” Tuhan menjawab, “Yang ini jejak kaki-Ku dan yang ini jejak kakimu.” Dengan penuh haru wanita itu berkata, “Oh, terima kasih, Tuhan! Tak kusangka Engkau selalu mendampingiku dalam setiap langkah kehidupanku.” (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »