Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘si kecil’

ScienceDailyKartun Popeye , banyak mencicipi sayur bayam  dan klelas SMP  memasak dapat membantu meningkatkan konsumsi sayuran pada anak-anak TK , menurut penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal Gizi & Diet.

Iklan

Read Full Post »

Anak-anak lahir dengan cacat wajah selalu menjadi cerita sedih . Apakah dapat atau tidak itu adalah sesuatu yang diperbaiki , seperti sumbing , atau sesuatu yang  hanya harus hidup dengan  seperti sindrom Moebius , selalu kondisi yang memilukan bahwa anak miskin harus menderita kondisi seperti ini . Salah satu contoh tersebut Kangkang , 14 – bulan  lahir dengan sumbing wajah melintang . Apa artinya ini ?

double face Baby in China Born with Second Face picture

Ini berarti bahwa bayi pada dasarnya memiliki dua wajah. Berasal dari provinsi Hunan , semua tanda menunjuk bayi , normal sehat untuk Xilian Yi muda , tapi begitu Kangkang lahir , kebenaran terungkap . Anak miskin seperti dia benar-benar memakai topeng , karena sebagian besar celah yang memanjang hampir sepanjang jalan sampai ke telinganya. Tidak dapat melihat anaknya atas kelahirannya , ibu yang malang , yang bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi elektronik di Provinsi Guangdong , memohon dan memohon dengan suaminya untuk melihat bayi yang baru lahir . Setelah akhirnya diserahkan anak , air matanya pun menetes melihat kondisi anaknya. (lebih…)

Read Full Post »

Seorang pemuda Cina delapan tahun dikenal sebagai anak penyu menjalani operasi pada awal Juni memiliki patch shell seperti kulit keras diekstraksi dari punggungnya.

TurtleBoySurgery Chinas Turtle Boy Cured of Conspicuous Shell  picture (lebih…)

Read Full Post »

Anak kecil nonton TVApakah anak yang nonton TV terlalu banyak akan memiliki kebiasan buruk?

Semakin banyak seorang anak kecil menonton televisi, semakin besar kemungkinan prestasinya buruk di sekolah dan kesehatannya terganggu pada usia 10 tahun, kata para peneliti.

Penelitian yang melibatkan 1.300 anak oleh universitas Michigan dan Montreal menemukan dampak buruk pada anak-anak yang lebih sering nonton TV.

Prestasi mereka di sekolah juga lebih buruk, sementara konsumsi makanan cepat saji juga meningkat.

Temuan kami merupakan argumen kuat kesehatan atas dampak nonton TV berlebihan pada anak kecil

Dr Linda Pagani, Universitas Montreal

Para pakar Inggris mengatakan orang tua dapat mengijinkan anak-anak menonton TV yang memiliki kualitas tinggi. (lebih…)

Read Full Post »

Anak-anak kita dalam berbicara atau berkomunikasi dengan orang tua khususnya balita seperti minta ditemani bermain oleh orang tua harus dituruti padhl kita mempunyi kesibukan mungkin kita berpikir lain nanti ia minta sesuatu yang harus dibelikan, padahal ia hanya minta di temani bermain. Lantaran kita menolaknya si kecil akan menangis atau merengek.

Disinilah sering terjadi miskomunikasi antar si kecil dengan orang tua. Kadang-kadang kita salah menerjemahkan apa yang diinginkn anak, seringkali tanggapan orang tua berbeda.

Padahal sebenarnya tidak sulit dalm menjalin komunikasi dengan si kecil dengan baik. Mungkin langkah-langkah berikut dapat membantu mengtasi miskomikasi antara orang tua dengan si kecil, adapun langkah-langkah tersebut sebagi berikut:

  1. Ajak anak bicara sejak dini.Cobalah ajak anak sejak ia berusia beberapa bulan, meskipun ia belum bisa berbicara, misal saat memandikannya, menyuapinya atau mengendongnya, teruslah berceloteh tentang apa saja, meskipun tak dimengertinya, gerak bibir kita akan diperhatikannya. Hal ini akan menjadi awal yang baik terciptanya komunikasi dengan si kecil untuk tahun-tahun berikutnya. (lebih…)

Read Full Post »

shutterstock

Ilustrasi: Di usia 3 – 5 tahun kecerdasan anak sudah sangat maju dan kompleks, sehingga diperlukan stimulasi yang lebih tepat untuk mengembangkan kecerdasan mereka itu, salah satunya dengan bermain

JAKARTA, KOMPAS.com – Di usia 3 – 5 tahun kecerdasan anak sudah sangat maju dan kompleks, sehingga diperlukan stimulasi yang lebih tepat untuk mengembangkan kecerdasan mereka itu, salah satunya dengan bermain.

Menurut Garry L. Landreth, pendiri dan direktur Center for Play Therapy di University of North Texas (UNT), bermain adalah bagian integral dari masa kanak-kanak, media yang unik untuk memfasilitasi perkembangan ekspresi bahasa, ketrampilan komunikasi, emosi, sosial, pengambilan keputusan, serta perkembangan kognitif pada anak-anak.

Untuk itulah, metode paling tepat memberikan stimulasi pada anak-anak adalah dengan bermain. Tak ubahnya Landreth, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Muhammad Rizal psi juga mengatakan, bahwa bermain membuat anak di usia 3-5 tahun semakin cerdas.

Hanya saja, menurut Rizal, ada baiknya stimulasi lewat bermain itu diberikan mengikuti 7 ranah kecerdasan si anak, seperti yang pernah dipaparkan oleh Dr Howard Gardner, psikolog dari Harvard University, yaitu:

Kecerdasan Spasial/Kinestetis (lebih…)

Read Full Post »

shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak bergerak, selain membuat anak aktif, juga dapat mengembangkan seluruh aspek kecerdasannya. Di sisi lain, perkembangan kinestetik akan memperkuat kesadaran sensori yang dimulai pada sistem saraf dan berujung pada sendi dan otot.

Stimulasi kinestetik atau gerak diberikan melalui rangsangan gerak tubuh yang kemudian akan direspon anak dengan gerakan tubuh pula. Stimulasi ini sangat bermanfaat terutama dalam menumbuhkembangkan potensi kecerdasan anak.

Menurut Drs. Bambang Sujiono, MPd., respon yang ditunjukkan oleh anak merupakan gerakan otot-otot tubuh sebagai akibat dari adanya perintah dari sel saraf pusat.

Hampir setiap respon gerakan melalui perintah otak. Kecuali gerak refleks tubuh yang merupakan gerakan spontan otot-otot tubuh tanpa adanya perintah dari otak. Itu sebabnya, bila rangsangan kinestetik diberikan kepada anak dengan melibatkan gerakan tubuh, sel-sel otaknya semakin banyak terstimulasi. Ini berarti, seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki anak akan tumbuh dan berkembang.

Staf Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ ini, kemudian memberikan ragam stimulasi kinestetik mulai usia 0 hingga 6 tahun.

Usia 0-1 tahun
Di usia 3-4 bulan kandungan, janin sudah menunjukkan gerakan tubuh pertamanya, yang semakin bertambah sejalan dengan pertambahan usia kehamilan. Gerakan kedua muncul saat bayi lahir, yaitu gerak refleks. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »