Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘MUKJIZAT’

“Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mukjizat didepan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya” (Yohanes 12:37)

Setiap orang mendambakan mukjizat dalam hidupnya. Ada orang yang bepergian jauh untuk melihat mukjizat. Ada juga yang sama sekali tidak percaya adanya mukjizat. Ada lagi yang percaya bahwa mujizat terjadi secara kebetulan. Mengapa? Karena kuasa Tuhan sama kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8).

Mukjizat tidak terjadi tanpa alasan yang jelas. Mukjizat terjadi bagi mereka yang memerlukannya, menginginkannya, mencarinya dan untuk kemuliaan Allah Pembuat mukjizat itu sendiri.

Ikuti beberapa langkah berikut ini:

1. Beri nama mukjizat yang anda rindukan.
Tuhan Yesus bertanya kepada orang buta, apa yang ia kehendaki (Markus 10:51). Tuhan Yesus bukan Tuhan yang masa bodoh. Ia mau kesungguhan dari kita sebelum Dia memulai sesuatu. Tentukan apa yang anda mau, lalu tuntut (minta) dalam doa.

2. Tegaskan apa dasar janji Allah untuk mujizat anda. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Lanciano, Italia abad 8 Masehi

Close-up dari Miracle Ekaristi di Lanciano, Italia

Anxanum kuno , kota di Frentanese , telah menyimpan selama lebih dari dua belas abad pertama dan terbesar Mukjizat Ekaristi di Gereja Katolik . Menakjubkan Mukjizat Ekaristi ini  berlangsung di abad ke- 8 Masehi di Gereja St Legontian kecil , sebagai tanggapan Ilahi untuk keraguan seorang biarawan Basilian tentang “ Kehadiran Yesus secara nyata dalam Ekaristi “.

Selama Misa Kudus , setelah konsekrasi dua kali , Hosti telah diubah menjadi secuil daging segar dan anggur itu berubah menjadi darah segar, yang digumpalkan menjadi lima gelembung-gelembung , tidak teratur dan berbeda dalam bentuk dan ukuran .

Hosti berubah menjadi Daging , sampai  hari ini sangat jelas diamati , memiliki dimensi yang sama dengan hosti yang digunakan hari ini di gereja Latin , itu coklat muda dan muncul merah muda ketika dinyalakan dari belakang.

Darah yang digumpalkan dan memiliki warna yang sederhana menyerupai kuning oker .

Berbagai investigasi gerejawi ( ” Prestasi ” ) dilakukan sejak 1574 .Pada tahun 1970 – ’71 dan diambil lagi sebagian pada tahun 1981 ada  investigasi Ilmiah oleh ilmuwan paling terkemuka Prof Odoardo Linoli , Profesor terkemuka di Patologi Anatomi dan Histologi dan Mikroskop Kimia dan Klinis . Dia dibantu oleh Prof Ruggero Bertelli dari University of Siena .

(lebih…)

Read Full Post »

NARADA

Narada, seorang Hindu yang bijaksana, berziarh ke kuil Dewa Wisnu. Pada suatu malam ia singgah di suatu desa dan diterima dengan baik oleh sepasang suami-istri yang miskin. Sebelum ia berangkat pada hari berikutnya, si suami minta kepada Narada: “Tuan akan pergi kepada Dewa Wisnu. Tolong mintakanlah kepadanya, agar Ia menganugerahi saya dan isteri saya seorang anak. Sebab, sudah bertahun-tahun lamanya kami berkeluarga, namun kami belum juga mempunyai anak.”

Sampai di kuil, Narada berkata kepada Dewa Wisnu: ” Orang itu denganisterinya amat baik kepada saya. Maka sudilah bermurah hati dan berilah mereka seorang anak.” Dewa menjawab dengan tegas : ” Telah menjadi nasib laki-laki itu, bahwa ia tidak akan mempunyai anak.” Maka Narada menyelesaikan kebaktiannya, lalu pulang. (lebih…)

Read Full Post »

MUKJIZAT AKAPELA INDONESIA

Semarang memperoleh hiburan yang lain dari pada lain dalam suguhan sebuah pertunjukan musik yang memberi warna tersendiri dalm blantika musik. Dalam sebuah pementasan musik di Universitas Dian Nuswantoro hari Selasa tanggal 9 Maret 2009 yang bertajuk Resital Tunggal Mukjizat Akapela Indonesia PENTA BOYZ, yang di bina oleh JAYA SUPRANA.

Dalam kesempatan tersebut Jaya menjelaskan bagaiamana ia merasa tertarik kepada Penta Boyz. Di sekitar Natal tahun 2007 di sudut remang-remang  sebuah tempat hiburan terdengan suara indah mengalun, yang membuatnya tertarik  dan langsung jatuh cinta pada mereka, jelasnya.

Padahal Penta Boyz sudah meraih prestasi tingkat dunia tepat pada tahun 2001 pada Festival Internasional Akapela di Bucharest Rumania, mereka meraih juara dunia. Sayangnya di kancah musik nasional mereka tidak bergaung. Karena hal tersebut Jaya  Suprana mencoba membuat mereka diapresiasi di dunia musik dalam negeri.

Melalui berbagai pertunjukan di tanah air seperti di Institut Kesenian Jakarta yang ditonton Presiden dan 6 menteri, akhirnya mereka diundang untuk tampil di Istana Negara. Mereka juga tampil di Melbourne Resital Centre Australia, para penontonya terpukau dan minta tambah serta tidak mau pulang, karena hal itu mereka didenda atas penampilan yang terlalu lama oleh pemerintah setempat.

Sedangkan penampilan mereka di Bentara Budaya Jakarta milik Kompas Grup Penta Boyz mendapat pujian yang luar biasa padahal untuk hal itu Kompas amat selektif dalam memberi apresiasi. Penta Boyz , personilnya terdiri dari: Armando dengan suara Bass ( Perkusi dan Gitar), Martadinata dengan suara Bariton, IndraGunawan dengan suara Bariton dan Sopran, Rony Maspaitela dengan suara Tenor, serta Joka Tatarang dengan suara Tenor sekaligus arranger.

Dalam penampilannya di UDINUS, sebagai lagu pembuka mereka menyanyikan lagu karya Ismail Marzuki  INDONESIA PUSAKA, kemudian mereka menyanyikan lagu daerah Batak secara medley, “Sinanggar Tullo”,Sing Sing So”, dan Beta Hita dengan rancak dan aktraktif, bahkan Jaya Suprana sempat seloroh bahwa The Manhantan Transfer, MJ dan Beatles, tidak bisa menyanyikan lagu Batak senidah mereka, yang disambut tawa penonton.

Penonton menyambut eksplorasi suara mereka dengan tepuk tangan dan decak kagum. Mereka juga membawakan lgu “Gethuk” yang tak kalah mempesonanya, dimana juga dibawakan secara keroncong bahkan diarranger dengan suara gamelan pentatonis dengan suara mereka. selain itu juga merekan membawakan lagu keroncong “Sepasang Mata Bola” karya Izmail Marzuki, lagu dangdut “Kopi Dangdut”, yang diringi joget salah satu penonton. Bahkan lagu Pop yang ditenarkan Vina Panduwinata “Surat Cinta” dan ” Inikah Namanya Cinta: yang pernah dipopuerkan ME Voices secara apik.

Ini dilaksanakan dalam rangka tour album perdana mereka yang berjudul Live Concert in Bentara Budaya Jakarta, setelah Semarang disusul kota Jogjakarta. Dalam pementasan tersebut para penonton kagum atas kualitas suara mereka, dan pada malam itu seprtinya mereka enggan berpisah dan terus ingin mendengar suaranya dengan berteriak we wantmore,we want more. Lagi,lagi,lagi seru penonton. Dan sebagi lagu penutup PentaBoyz menyanykan kembali “Indonesia Pusaka” karya Izmail Marzuki yang disambut standing ovation dari penonton sebagai apresiasi atas sajian kulitas suara mereka yang memukau.

Penulis bersama Jaya Suprana

Penulis bersama PENTA BOYZ

Read Full Post »