Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Komunitas Doa & Inspirasi Batin’

Ingatlah ketika Anda masih kecil, dan mencoba belajar berjalan. saya yakin anda mengalami seperti ini:

Pertama Anda harus belajar untuk berdiri: sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. Anda punya motivasi dalam diri Anda

Setelah banyak berlatih akhirnya Anda mengerti bagaimana keseimbangan diri Anda, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Anda menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Anda akan berdiri dimana Anda suka – di tempat Anda, di sofa, di pangkuan ibu Anda, Bapak anda, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – Anda melakukannya! Anda dapat mengontrol diri Anda. Anda tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Anda. Sekarang – langkah berikutnya – berjalan. Anda melihat orang lain melakukannya – ini keliatannya tidak terlalu sulit – hanya memindahkan kaki Anda saat Anda berdiri, kan?

Salah – ternyata lebih kompleks daripada yang Anda bayangkan. Anda berurusan dengan rasa frustasi. Tapi Anda terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai Anda tahu bagaimana berjalan. Anda selalu ingin kedua tangan anda diberi pegangan saat berjalan. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Agustinus Cahyana

Seorang penyanyi terkenal. Suatu saat ketika didatangi dan diayu-ayukan oleh para pengagumnya, berkata dengan nada pahit; Ketika aku masih muda, saya berusaha keras mendaki puncak karierku. Saat itu aku seperti layaknya seekor kuda yang sedang menempuh jalur perlombaan; tak ada sesuatu yang lain yang mampu menarik perhatiannya kecuali garis finish.
Melihatku yang sedemikian sibuk, nenekku memberikan nasihat; “Anakku, jangan berjalan terlalu cepat. Karena sepanjang jalanmu ada banyak pemandangan menarik.”

Namun aku tak pernah mendengarkan kata-katanya. Dalam hatiku aku berpikir, bila seseorang telah melihat secara jelas arah perjalanannya, mengapa harus menyia-nyiakan waktu untuk sekedar berhenti sejenak? Dengan pikiran yang demikian, aku terus berlari ke depan. Tahun silih berganti dan saya memperoleh kedudukan, nama serta harta yang aku idam-idamkan sejak lama. Aku juga memiliki sebuah keluarga yang amat saya cintai. Namun aku tak pernah merasa bahagia. Aku heran dan terus bertanya, di manakah letak kesalahannya sehingga aku tak bahagia?. (lebih…)

Read Full Post »

(Amsal 3:5-6) “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Seorang pemburu atheis satu ketika tersesat di tengah hutan. Ia kemudian bertemu dengan sekelompok macan. Tiba-tiba saja ia menjadi gugup. Spontan ia mengeluarkan senapan dan mulai menembakkannya ke arah macan tersebut. Sayang, tembakan-tembakan tersebut meleset dan ia-pun kehabisan peluru. Macan-macan ganas ini kemudian bergerak mendekati sang pemburu. Tanpa menunggu waktu lama, segera sang pemburu ini mengambil langkah seribu. Ia berlari sekencang mungkin.
Beberapa ratus meter kemudian, ia terpeleset dan masuk jurang. Beruntung ia sempat meraih dahan sebuah pohon di tepi jurang tersebut. “Tolong… tolong!!!” teriaknya. Berkali-kali ia berteriak namun tak juga ada yang menjawab.

Hampir putus asa ia kembali berteriak : “Tuhan… Tuhan… apakah engkau sungguh ada?” Sejenak keadaan menjadi sangat sunyi lalu terdengar suara : “Ya, Aku ada”. Pemburu ini melanjutkan : “Tuhan, Engkau tentu tahu kalau selama hidupku, aku meragukan keberadaan-Mu namun sekarang aku percaya bahwa Engkau sungguh ada. Maukah Engkau menolongku, Tuhan? Aku berjanji Tuhan jika engkau menolongku maka aku akan membaktikan sisa hidupku untuk melayani-Mu dan memberitakan kebaikan-Mu kepada setiap orang yang aku temui mulai dari hari ini hingga akhir hayatku”

“Baiklah, Aku akan menolongmu,” kata Tuhan. “Cepat Tuhan… tolonglah aku,” ujar si pemburu memohon. “Tetapi Aku ingin mengetahui satu hal darimu,” kata Tuhan. “Apakah itu?” tanya si pemburu. “Maukah engkau mempercayaiKu dengan segenap hati dan akal budimu?” tanya Tuhan. “Tentu saja aku mau Tuhan. Aku percaya padamu seribu persen! Cepat tolong aku, Tuhan,” jawab si pemburu yang penuh keringat dingin itu.
“Baiklah kalau engkau memang percaya. Sekarang, lepaskan tanganmu dari dahan pohon itu dan Aku akan menolongmu,” kata Tuhan. Spontan si pemburu berujar, “Tuhan, apakah Engkau sudah gila?” Kemudian si pemburu kembali berteriak, “Halo… adakah orang di sana yang bisa mendengar suara saya? Tolong… tolong…!” (lebih…)

Read Full Post »

“Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mukjizat didepan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya” (Yohanes 12:37)

Setiap orang mendambakan mukjizat dalam hidupnya. Ada orang yang bepergian jauh untuk melihat mukjizat. Ada juga yang sama sekali tidak percaya adanya mukjizat. Ada lagi yang percaya bahwa mujizat terjadi secara kebetulan. Mengapa? Karena kuasa Tuhan sama kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8).

Mukjizat tidak terjadi tanpa alasan yang jelas. Mukjizat terjadi bagi mereka yang memerlukannya, menginginkannya, mencarinya dan untuk kemuliaan Allah Pembuat mukjizat itu sendiri.

Ikuti beberapa langkah berikut ini:

1. Beri nama mukjizat yang anda rindukan.
Tuhan Yesus bertanya kepada orang buta, apa yang ia kehendaki (Markus 10:51). Tuhan Yesus bukan Tuhan yang masa bodoh. Ia mau kesungguhan dari kita sebelum Dia memulai sesuatu. Tentukan apa yang anda mau, lalu tuntut (minta) dalam doa.

2. Tegaskan apa dasar janji Allah untuk mujizat anda. (lebih…)

Read Full Post »

Seorang Manusia berbisik, “Tuhan, bicaralah padaku.”

Dan burung kutilang pun bernyanyi.
Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.

Maka, Manusia itu berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku !”
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya. (lebih…)

Read Full Post »

Sungguh merupakan hal yang tidak mudah untuk menemukan seorang pendengar di zaman sekarang, dimana setiap orang seakan diburu oleh waktu dan cenderung lebih ingin didengar daripada mendengarkan orang lain. Tanpa disadari, hari-hari ini kebutuhan untuk “meminjam” telinga semakin besar karena kebutuhan orang untuk didengarkan juga semakin bertambah banyak. Berikut in beberapa saran praktis agar dapat menjadi pendengar yang baik.

1. Kesampingkan hari sulit Anda untuk sesaat.
Tidak seorang pun dapat menghindari hari yang buruk, dan yang tidak sesuai dengan apa yang diperkirakan, demikian juga dengan Anda. Namun cobalah kesampingkan hari sulit yang Anda alami untuk sesaat, dan cobalah untuk menghibur teman atau orang yang Anda kasihi. Tak jarang kesukaran yang dialaminya melebihi kesukaran yang sedang Anda alami. (lebih…)

Read Full Post »