Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘kebenaran’

GURU KEBENARAN

Izinkanlah saya memperkenalkan Anda kepada Alkitab pertama yang saya lihat dan saya baca, serta teman-teman alam yang saya temui dan bercakap-cakap dengan saya:

  • Matahari: Matahari bersinar dalam bentuk yang tetap dan sama besar memencarkan cahaya kasihnya yang hangat di atas gunung-gunung, ladang, lautan, pantai, dataran tinggi dan lemebah, dan mengatakan kepada kita kasih yang diberikan Bapa Surgawi kita, yang mengasihi semua orang di dunia ini dengan sama besar, baik yang jahat maupun yang jahat.
  • Bulan: Bulan bersinar hanya pada malam hari, tanpa memedulikan kegelapan yang ada di dunia yang kacau ini, dan mengatakan kepada kita tentang Putra Tuhan yang datang seorang diri ke dunia gelap dan penuh dosa ini dan memancarkan sinar ke atasnya. Pada saat yang sama, kita dapat melihat bahwa naka-nak bumi mengikutinya dan menjalalni hidup jauh dari dosa akan bersinar sekali lagi di dunia yang gelap dan penuh dosa ini.
  • Angkasa: Angkasa mengatakan kepada kita tentang kasih Allah yang luas dan berlimpah.Selain itu, ketika kita melihat burung-burung yang berterbangan di angkasa yang luas dan menari-nari sesuai kata hati mereka, kita melihat anak-anak yang dengan bebas menikmati kebahagiaan dan kebebasan kekal yang ada di dalam hati mereka setelah kembali ke pelukan yang hangat dan erat dari Bapa Surgawi kita yang sejati.
  • Lautan: Tidak seperti angkasa, lautan mengatakan kepada kita tentang kasih Tuhan yang luas dan mendalam. Kita melihat anak-anak bumi yang pernah terperangkap dalam jebakan Setan meikmati kebebasan dan kebahagiaan dalam hati mereka setelah kembli ke pelukan kasih Bapa Surgawi yang luas dan dalam, ketik melihat ikan besar kecil yang mengibaskan ekornya, menari dan berenang dengan penuh suka cita di dalam lautan yang luas dan dalam.
  • Tanah yang terbuang dan girin pasir: Kita dapat melihat tanah yang terbuang dan gurun-gurun pasir yang terpencil dari hati anak-anak bumi yang  meninggalkan pelukan kasih Bapa Surgawi kita.
  • Daerah yang lembab dan rawa-rawa: Semua itu mengatakan kepada kita hati yang sangat tertekan dan tidk bahagia anak-anak bumi yang meninggalkan pelukan kasih Bapa Surgawi kita.
  • Batu karang yang besar dan gunung-gunung: Menyatakan kepada kita tentang janji Bapa kita yang kuat dan abadi akan keselamatan bagi anak-anakNya yang berdosa dan tenggelam dalam kenestapaan.
  • Pohon-pohon di musim dingin: Kita dapat melihat penampilan yang menyedihkan dari anak-anak bumi yang menangis sendiri setelah meninggalkan pelukan kasih Bapa Surgawi kita, karena telah kehilangan anugerah dan kebahagiaan yang diberikan, sementara mereka harus mencari kebahagiaan sejati mereka sendiri.
  • Pohon-pohon di musim semi: Kita melihat penampilan anak bumi yang paling muda dan bahagia yang kembali ke pelukan penuh kasih Bapa Surgawi kita. Dedaunan yang dulu hilang karena regenerasi dan bunga-bunga yang mengorbankan wujudnya semua mengeluarkan kuncup dan berkembang, buah-buah kasih pun lahir.
  • Berbagai macam bunga: Dari bunga-bungaan pohon-pohon yang paling besar di gunung-gunung sampai rumput yang terkecil, kita melihat daya tarik yang indah dari setiap bunga yang penuh dengan sentuhan kasih Bapa surgawi yang menciptakan mereka masing-amsing dengan indah. Mereka mengatakan kepda kita betapa lembut kasih Bapa Surgawi kita yang sejati, yang mengasihi mereka masing-masing dengan sepenuh  hati dan menjaga setiap anakNya yang tinggal di dunia ini, sampai menghitung jumlah rambut di kepala mereka.

By Guru Suk Sun

Iklan

Read Full Post »

HIBURAN BAGI SETAN

Legenda Kristen kuno:

Ketika Allah Putera dipaku di kayu salib dan menyerahkan nyawaNya, dari salib Ia langsung turun ke neraka. Ia membebaskan semua pendosa yang pada waktu itu di siksa di sana.

Setan menangis dan meratap karena mengira, bahwa neraka tidak akan di huni lagi oleh para pendosa.

Lalu Tuhan berkata kepadanya:

“Jangan menangis. Aku akan mengirimkan kepadamu semua orang saleh yang menjadi puaskan diri karena menyadari kebaikan dan kebenaran mereka, lalu menghukum para pendosa. Dan neraka sekali lagi akan menjadi penuh untuk berbagai keturunan sampai Aku datng kembali.”

by A de Mello SJ

Read Full Post »

JALAN SEMPIT

Sekali peristiwa, Tuhan memperingatkan rakyat mengenai datangnya gempa bumi, yang akan menghabiskan seluruh air yang ada di negeri ini. Air yang kemudian datang mengganti akan membuat setiap orang menjadi gila.

Hanya nabilah yang menanggapi Tuhan dengan serius. Ia mengusung air banyak-banyak ke guanya di gunung, sehingga cukup kiranya samapi hari kematiannya.

Ternyata benar, gempa bumi sungguh terjadi.Air menghilang dan air yang baru mengisi parit, danau, sungai serta kolam. Beberapa bulan kemudian nabi turun ke lembah untuk melihat apa yang telah terjadi. Memang, semua orang telah menjadi gila. Mereka menyerang dan tidak mempedulikannya. Mereka semua yakin, justru dialah yang sudah gila.

Maka nabi pulang ke guanya di gunung. Ia senang, bahwa ia masih menyimpan banyak air. Tetapi  lama kelamaan ia merasakan kesepian yang tak tertahankan lagi. Ia ingin sekali bergaul dengan sesama manusia. Maka ia turun ke bawah lagi. Sekali lagi ia diusir oleh orang banyak, karena ia bergitu berbeda dengan mereka semua.

Nabi lalu mengambil keputusan. Ia membuang seluruh air yang disimpannya, minum air baru dan bergabung dengan orang-orang lainnya sehingga sama-sama menjadi gila.

Jika engkau mencari kebenaran, engkau berjalan sendirian. Jalan ini terlalu sempit untuk kawan seperjalanan. Siapakah yang dapat tahan dalam kesendirian itu?

By A de Mello SJ

Read Full Post »

NASRUDIN SUDAH MATI

Pada suatu hari Nasrudin menyuarakan pikirannya dengan nada filosofis:”Siapakah yang dapat menjelaskan makna kehidupan dan kematian?”

Isterinya, yang sedang sibuk di dapur mendengar pertanyaan itu lalu berkata: “dasar laki-laki tidak praktis! Orang bodoh pun tahu, jika ujung-ujung jari seseorang sudah kaku dan dingin, ia sudah mati.”

Nasrudin terkesan oleh kebijkasanaan istrinya yang praktis itu. Sesekali peristiwa pada musim dingin ia berjalan-jalan di atas salju dan merasakan tangan dan kakinya mati rasa serta kaku karena kedinginan. “Aku ternyata sudah mati,”pikirnya. Lalu muncul pikiran berikutnya: “Mengapa aku masih berkeliaran di jalan, jika sudah mati? Aku harus berbaring seperti layaknya orang mati. “Nah, ia pun berbaring seperti orang mati.

Sejam kemudian lewatlah beberapa pejalan kaki. Mereka menemukannya terbaring di tepi jalan. Mereka mulai berdiskusi, apakah orang itu masih hidup atau sudah mati. Nasrudin ingin berteriak sekuat tenaga dan berkata:”Hai orang-orang bodoh, tidakkkah kamu lihat bahwa aku sudah mati? Tidak tahukah kamu, bahwa ujung-ujung tangan dan kakiku kaku dan dingin?” Tetapi ia menyadari bahwa orang yang mati tidak pantas masih bicara. Maka ia pun diam.

Akhirnya mereka memutuskan bahwa yang terbaring di atas salju itu pasti sudah mati. Maka mereka mengusung jenasahnya ke kuburan. Belum begitu jauh berjalan, mereka sampai di persimpangan jalan. Mulailah mereka bertengkar lagi mengenai jalan mana yang menuju kuburan. Nasrudin menahan diri untuk diam. Tetapi akhirnya tidak tahan lagi dan berkata: “Maaf, saudara-saudara. Jalan ke kuburan adalah jalan di sebelah kiri saudara. Saya tahu, orangmati diandaikan tidak berbicara, tetapi kali ini saja saya membuat kekecualian. Maaf, saya berjanji tidak akan mengucapkan sepatah kata lagi.”

Jika kebenaran terbentur kepercayaan yang kaku, niscaya kebenaran itu akan kalah.

By A de Mello SJ

Read Full Post »

SETAN DAN TEMANNYA

Pada suatu hari setan berjalan-jalan dengan seorang temannya.

Mereka melihat seorang membungkuk dan memungut dari jalan.

“Apa yang ditemukan orang itu?” tanya si teman.

“Sekeping kebenaran,” jawab setan.

“Itu tidak merisaukanmu?’ tanya si teman.

“Tidak,” jawab setan. “Saya akan membiarkan dia menjadikannya kepercayaan agama.

Kepercayaan agama merupakan suatu tanda, yang menunjukkan jalan kepada kebenaran. Orang yang kuat-kuat berpegang pada penunjuk jalan, tidak dapat berjalan terus menuju kebenran. Sebab, ia mengira seakan-akan sudah memilikinya.

By A de Mello SJ

Read Full Post »

SERIGALA TUA

Sebuah dongeng dikisahkan seotang mistik arab, Sa’di:

Seorang yang sedang melewati hutan melihat seekor serigala yang sudah lumpuh keempat kakikya. Ia ingin tahu bagaimana serigala itu dapat hidup terus. Lalu ia melihat seekor harimau datang dengan membawa  kijang hasil buruannya. Harimau itu makan sepuasnya dan meninggalkan sisa bagi serigala.

Hari berikutnya Tuhan memberi makan serigala dengan perantaraan harimau yang sama. Orang itu pun mulai mengagumi kebaikan Tuhan yang begitu besar dan berkata dalam hati:”Aku juga akan menganggur di rumah saja dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan, karena Ia akan mencukupi segala kebutuhanku.”

Ia melakukan niatnya berhari-hari lamanya, tetapi tidak terjadi apa-apa. Ketika orang yang malang ini sudah hampir mati, terdengarlah suara: ‘Hai, engkau, orang yang sesat, bukalah matamu pada kebenaran! Ikutilah teladan harimau dan berhentilah meniru serigala yang lumpuh!’

Di jalan aku melihat seorang gadis kecil menggigil kedinginan dalam pakaian yang tipis. Tiada harapan baginya untuk mendapatkan cukup makanan. aku menjadi marah dan berkata kepada Tuhan: “Mengapa hal ini Kau biarkan ? Mengapa Engkau tidak berbuat sesuatu?’

Sementara waktu Tuhan tidak berkata apa-apa. Malamnya Ia menjawab dengan sangat tiba-tiba: ‘Aku telah berbuat sesuatu.Aku menciptakan engkau.’

By A de Mello SJ

Read Full Post »