Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘jalan’

Amazing Collection of Over the Top Funny Road Signs

Berikut adalah daftar acak dari beberapa tanda-tanda jalan lucu bahwa aku datang di .Dimana suatu saat akan kita jumpai jika kita berkunjung pada suatu tempat. Dan jika melihatnya  silahkan Anda tertawa dengan keras sebelum tertawa itu dilarang. Jadi Nikmati !

Iklan

Read Full Post »

MINTA GENDONG

Beberapa waktu yang lalu kita akrab di telinga kita dengan Lagu Tak Gendong yang dipopulerkan oleh almarhum Mbah Surip, dimana tak gendong menjadi hits. Dan jika kita sendiri mengalaminya sendiri ketika berjalan di sebuah pasar,mall, tempat wisata; tiba-tiba anak kita minta gendong. Maka kita akan dihadapkan pada kondisi fisik kita yang lelah. Padahal anak kita merengek terus minta gendong dan pada akhirnya kita menyerah dari pada si kecil ngambek di depan banyak orang.

Sindrom gendong memang sanagt menjengkelkan dan benar-benar membebani fisik. Lebih-lebih pada kegiatan di luar rumah dimana menggelendotnya si kecil juga membatasi gerakan orang yang menggendong. Di sini kita mengalami problema besar, dimana jika keterusan akan sangat menyusahkan kita. Di mana si kecil dengan segala upaya termasuk menjerit tau berguling-guling sampai kita benar-benar takluk alias mengendongnya.

Dari sisi anak sendiri berjalan sebenarnya merupakan sebuah kebanggaan setelah sekian lama hidup dalam boks bayi, kereta dorong dan lengan orang tua. Namun kebanggaan itu memudar ketika berjalan menjadi harapan, keharusan atau tuntutan baginya. Menghadapi hal tersebut kita harus mempunyai trik-trik sebagi berikut:

  1. Jadikan Berjalan sebagai rekreasi, Cobalah jadikan berjalan sebagai suatu permainan. Misalnya, “Yuk coba, bisa enggak kita melewati sebuah lubang yang ada di trotoar, atau ” Yuk kita lihat, ada berapa burung merpati yang ada di jalan sana. Bisa juga sambil menyanyikan sebuah lagu atau menunjukkan apa saja yang menarik di sepanjang jalan.
  2. Jangan dilarang minta berhenti, Jangan memintanya berjalan sementara anda sendiri terburu-buru. Sediakan waktu tambahan jika hendak bepergian bersamanya. Mungkin ia akan berhenti untuk melihat sesuatu yang menarik, atau mungkin ia ingin minum dulu.
  3. Jangan memaksanya berjalan cepat,Karena ukuran kakinya, anak akan dua kali lebih lama samp[ai ke tempat yang dituju, dibandingkan orang tua. Ia akan juga cepat lelah, ia bukanlah atlet jalan cepat, siapkan rencana cadangan dengan membawa kereta dorong atau mempersingkat perjalanan. (lebih…)

Read Full Post »

INTI JALAN YANG SALAH

Orang yang mengatakan bahwa kita semua harus hidup,

Bahwa kita semua harus hidup kekal,

Sama seperti bandit yang rakus

Yang merampas harta yang berharga

Untuk memuaskan kerakusan mereka sampai puas hati.

Mereke seperti gerombolan penjahat

Yang ingin membagi jarahan.

Mereka bukan orang-orang yang berjalan di jalan yang benar.

Jika mereka tidak memperoleh yang menurut mereka adalah bagian yang adil,

Atau jika kerakusan mereka tidak terpuaskan,

Sifat iblis yang tersembunyi dalam diri mereka meledak seketika,

Dan mereka melukai orang yang ada di dekat mereka

Biasanya mereka memanggil saudara mereka

Dan menyerang Tuhan seperti Kain.

Inti jalan yang benar tidak mencari keuntungan sendiri

Atau tidak memikirkan hidupnya  sendiri sedikit pun.

By Guru Suk Sun

Read Full Post »

INTI JALAN KEBENARAN

Inti jalan kebenaran

Adalah memilih untuk mati selamanya

Lalu menghilang

Dan lenyap dalam diam.

Juga memohon dalam doa

Di hadapan Allah sampai nafas terakhirmu

Bagi kemanusiaan yang kacau balau

Agar mereka dapat masuk dan hidup

Di surga yang kekal.

Selain itu,

Tidak  mengatakan sepatah katapun

Ketika bertemu dengan orang lain.

Itulah inti jalan kebenaran.

By Guru Suk Sun


Read Full Post »

JALAN SEMPIT

Sekali peristiwa, Tuhan memperingatkan rakyat mengenai datangnya gempa bumi, yang akan menghabiskan seluruh air yang ada di negeri ini. Air yang kemudian datang mengganti akan membuat setiap orang menjadi gila.

Hanya nabilah yang menanggapi Tuhan dengan serius. Ia mengusung air banyak-banyak ke guanya di gunung, sehingga cukup kiranya samapi hari kematiannya.

Ternyata benar, gempa bumi sungguh terjadi.Air menghilang dan air yang baru mengisi parit, danau, sungai serta kolam. Beberapa bulan kemudian nabi turun ke lembah untuk melihat apa yang telah terjadi. Memang, semua orang telah menjadi gila. Mereka menyerang dan tidak mempedulikannya. Mereka semua yakin, justru dialah yang sudah gila.

Maka nabi pulang ke guanya di gunung. Ia senang, bahwa ia masih menyimpan banyak air. Tetapi  lama kelamaan ia merasakan kesepian yang tak tertahankan lagi. Ia ingin sekali bergaul dengan sesama manusia. Maka ia turun ke bawah lagi. Sekali lagi ia diusir oleh orang banyak, karena ia bergitu berbeda dengan mereka semua.

Nabi lalu mengambil keputusan. Ia membuang seluruh air yang disimpannya, minum air baru dan bergabung dengan orang-orang lainnya sehingga sama-sama menjadi gila.

Jika engkau mencari kebenaran, engkau berjalan sendirian. Jalan ini terlalu sempit untuk kawan seperjalanan. Siapakah yang dapat tahan dalam kesendirian itu?

By A de Mello SJ

Read Full Post »

PANAH BERACUN

Seorang rahib menghadap Buddha dan berkata:

“Apakah jiwa orang saleh luput dari maut?”

Seperti biasa Buddha tidak menjawab.

Tetapi rahib itu mendesak.Setiap hari ia mengulangi pertanyaan yang sama.Setiap hari pula ia tidak dijawab. Akhirnya, ia tidak tahan lagi dan mengancam mau meninggalkan pertapaan, kalau pertanyaan maha penting ini tidak dijawab. Sebab, untuk apa ia mengorbankan segala sesuatu unutk hidup membiara, kalau jiwa orang saleh tidak akan luput dari maut?

Lalu Buddha dalam belas kasihannya berkata:

“Engkau bagaikan seorang yang kena anak panah beracun dan hampir mati.Sanak keluarganya mendatangkan seorang dokter.Tetapi jiwa yang sakit itu tidak mau anak panah dicabut atau menerima pengobatan apapun terhadap lukanya jika tiga pertanyaan pokok ini belum terjawab: Pertama, orang yang memanah kulitnya putih atau hitam? Kedua, ia berbadan tinggi atau pendek? Dan ketiga, ia seorang brahmana atau paria?

Sebelum ketiga jawaban atas ketiganya diberikan, orang yang sekarat itu menolak diobati.

Rahib itu tetap tinggal dalam biara.

Orang lebih senang berbicara tentang jalan dari pada menjalaninya,membicarakan khasiat obat dari pada meminumnya.

By A de  Mello SJ

Read Full Post »