Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘INDONESIA’

Opera Java digelar di Amsterdam awal September 2010 untuk memperingati 100 tahun Tropenmuseum. Maka penonton disuguhi pertunjukan teater Jawa yang terus memperbaharui diri dan tanpa segan-segan menampilkan hal-hal yang bisa dinilai saru.

Sepintas, terbesit kesan puritanisme telah kokoh mencokoli masyarakat kita. Tengok saja kecaman massal terhadap video pornonya artis terkenal atau berlakunya UU Pornografi. Belum lagi ormas-ormas yang giat menindak kalangan yang dinilai tidak mentaati tata susila. Kemudian masih ditambah pejabat yang tidak henti-hentinya berupaya memblokir situs internet porno. Melihat semua ini orang cenderung menahan napas: jangan-jangan puritanisme memang telah bersimaharaja lela.
(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Uniquely Indonesia.

1. Cuma di Indonesia seseorg bisa punya KTP lbh dari 1.

2. Cuma di Indonesia seseorang bisa punya SIM tanpa test.

3. Cuma di Indonesia yg sering mati lampu & gak ada airnya.

4. Cuma di Indonesia anak SD bisa beli rokok.

5. Cuma di Indonesia jumlah BB BM yg beredar jauh lebih banyak dari BB yg legal.

6. Cuma di Indonesia Duta Anti Narkoba ketangkep make Shabu. (lebih…)

Read Full Post »

Di Amsterdam sedang berlangsung Sail 2010, atau pawai kapal-kapal layar besar dan kecil. Kapal Indonesia Dewaruci jadi primadonanya.

Kamis (19/08) sekitar 50 kapal layar besar atau tall ships membuka acara dengan memamerkan kehebatan dan keanggunan kapal mereka. Salah satu bintang utama Sail 2010 adalah KRI Dewaruci dari Indonesia.

Radio Nederland berbincang dengan Letkol Suharto, komandan kapal Dewaruci menjelang pawai pertama dari pelabuhan Ijmuiden menuju Amsterdam:

KRI Dewaruci untuk kedua kalinya berpartisipasi dalam Sail Amsterdam. Yang pertama di tahun 2005. Kapal Indonesia ini populer, karena satu-satunya kapal dari Asia. Yang kedua, KRI Dewaruci unik dengan berbagai ragam ukiran-ukiran yang antik. Ukiran itu datang dari wilayah Indonesia Timur, Barat dan Tengah. Kemudian para awaknya juga menampilkan seni budaya yang mewakili berbagai wilayah Indonesia. Ditambah dengan iringan musik drum band.”

Hari pertama Sail dimeriahkan dengan sail-in. KRI Dewaruci berada di urutan keenam. Sewaktu masuk pelabuhan Amsterdam, para taruna naik di tiang-tiang, melakukan demonstrasi untuk menyampaikan selamat datang kepada kota Amsterdam. Selain itu karena KRI Dewaruci adalah kapal angkatan laut Indonesia, mereka menerima penghormatan dua kali sebelum bersandar di dek yang disediakan.

Para pengunjung Sail 2010 bisa berkunjung ke atas kapal dan mendapat informasi dari para awak.

Satu persatu peserta Sail 2010 meninggalkan pelabuhan Amsterdam. Awan gelap dan hujan yang turun sejak pagi -seolah sedih harus berpisah- mengiringi kepergian KRI Dewaruci.

Warga Belanda mengenang KRI Dewaruci dan awaknya sebagai yang paling cantik, sementara organisasi SAIL 2010 memberi penghargaan sebagai “Paling Populer”.

(lebih…)

Read Full Post »

(By Elma Vinsi)

Usia Indonesia sudah tidak muda lagi. Enam puluh lima tahun … Beda dengan manusia, yang bisa uzur termakan usia, semakin tua suatu negara justru seharusnya semakin maju dan matang. Tetapi apa yang terjadi dengan Indonesiaku… Indonesia kita??? Trenyuh saya melihatnya.. Bila penghapusan penataran P4 dianggap sebagai tuntutan kemajuan jaman, apakah semakin banyaknya siswa-siswi yang tak mampu menghapal Pancasila juga dianggap kemajuan?? Banyak selebriti lokal, yang meraup dan mengais rejeki dari bumi pertiwi, hanya bisa cengar-cengir saat diminta menyanyikan lagu Padamu Negeri. Memprihatinkan?? Belum seberapa. Peribahasa Bahasa Menunjukkan Bangsa, semakin menyoroti keterpurukan bangsa ini. Bayangkan, tidak sedikit buku paket sekolah (yang tentunya sudah melalui proses penyuntingan sebelum terbit) memuat kalimat-kalimat tidak baku dan ‘salah’.

Saya masih bisa mengingat dengan jelas betapa meriahnya menjelang Hari Kemerdekaan saat saya masih usia SD dulu. Ada lomba hias sepeda, ada lomba menyanyi lagu keroncong,lomba hias becak, lomba gerak jalan, drumband, dan banyak lagi. Sekarang HUT RI benar-benar sudah kehilangan pamornya. Biasa-biasa saja. Tidak terlalu istimewa. Kalah jauh dibandingkan Keong Racun. Paling-paling kantor pemerintahan atau instansi resmi masih merasa ‘sungkan’ bila tidak mendekor tampak luar gedungnya dengan hiasan merah putih. Yang paling memprihatinkan,saya bahkan beberapa tahun ini menjadi warga ‘minoritas’ yang mengibarkan Sang Merah Putih dalam pekan kemerdekaan. Di antara ratusan bahkan ribuan rumah mewah di kota saya (entah di kota-kota lain), Merah Putih semakin jarang terlihat kibarnya. Bahkan tidak sedikit rumah super mewah hanya menancapkan bambu ala kadarnya sebagai tiang bendera. Belum lagi dalam upacara bendera, lagu kebangsaan Indonesia Raya cukup diperdengarkan melalui kaset/ CD. Jangankan meminta seorang anak yang bersekolah di sekolah internasional atau nasional plus untuk menyanyikan lagu kebangsaan dengan lengkap, bahkan anak dari sekolah negeri pun sering ‘plegak-pleguk’ bila diminta menyanyikannya. Menyedihkan?? Masih belum seberapa juga.Sebenarnya berpakaian pun merupakan hak asasi individu. Namun saya sangat terusik bila melihat orangtua murid yang diundang menghadiri upacara bendera justru tidak mampu menempatkan hak asasinya dengan patut. Anda boleh saja berdalih hanya sebagai pendatang/ ekspatriat, tetapi apakah itu lantas membolehkan Anda bercelana pendek atau cukup berkaos oblong?! Atau Anda boleh berkelit hanya sebagai warga keturunan, tetapi apakah serta-merta mengijinkan Anda memakai kaos ketat tanpa lengan saat menghadiri upacara kemerdekaan?! (lebih…)

Read Full Post »

Mahasiswa Jurusan Mesin Universitas 10 November Surabaya, ITS, berhasil menciptakan mobil irit bahan bakar.

Mobil yang dinamai Sapu Angin 2 ini berhasil menjuarai Shell Eco Marathon Asia bulan Juli di sirkuit Sepang, Malaysia untuk kategori konsep urban dengan mesin pembakaran dalam.

Tim dari Universitas Nasional Singapura dengan menggunakan bahan bakar hidrogen menjadi juara kategori mobil berbahan bakar hidrogen, dengan jarak tempuh lebih dari 612 kilometer per liter.


Lomba diikuti 81 tim dari 10 negara di seluruh Asia.

Mobil Sapu Angin 2 dibuat dalam waktu satu tahun, mulai dari merancang hingga produksi sampai siap untuk mengikuti lomba di Malaysia.


Mobil ini sekarang hanya bisa dikendarai oleh satu orang karena para mahasiswa membuatnya untuk keperluan lomba yang lebih efektif jika hanya dikemudikan oleh satu orang.

Dalam lomba Shell Eco-Marathon, mobil hemat BBM buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS Surabaya, mencatat rekor mobil teririt dan menjadi juara di Asia.

Dosen pembimbing ITS, Witantyo, berharap Indonesia dipercaya membuat sesuatu yang lebih besar, karena negeri ini mampu melakukannya.

Mobil konsep dibuat seringan mungkin karena kunci hemat bahan bakar sebetulnya bobot yang ringan, jelas Witantyo.

“Jadi mobil kita beratnya cuman 94 kilogram engine-nya. Makanya bisa hemat sekali.”

Irit bensin juga berarti ramah lingkungan. Sedikit CO2 yang dibuang ke lingkungan. Bahan bakar yang dipakai adalah bensin high octane.

“Jadi seperti super petramax.” (lebih…)

Read Full Post »

Heyder Affan

Heyder Affan

BBC Indonesia

Warga Ambon bangga Bronckhorst cetak gol indah Warga Ambon bangga Bronckhorst cetak gol indah

Kemenangan Tim Belanda atas Uruguay yang mengantar tim Oranye ke final Piala Dunia 2010 ternyata juga mendatangkan suka cita luar biasa ke Kepulauan Maluku dan juga warga asal Maluku di perantauan.

Mereka semakin larut dalam suka cita atas kemenangan 3-2 mengingat pemain orang keturunan pendatang asal Maluku memberikan andil besar bagi tim Oranye.

“Kita berteriak senang, karena ada putra Maluku di Tim Belanda, Van Bronckhorst, yang mencetak gol dengan indah,” kata Jopie Taihuttu, salah-seorang tokoh masyarakat Ambon kepada saya di kediamannya di Jalan Kramat 7, tidak jauh dari kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Saat saya jumpai, Jopie, 62 tahun, ditemani beberapa rekannya sesama Ambon van Kramat yang sengaja mengenakan kaos oranye, warna khas tim kesebelasan Belanda.

Mereka juga memasang logo kesebelasan Belanda dan jadwal pertandingan berbahasa Belanda di dinding salah-satu ruangan rumahnya. (lebih…)

Read Full Post »

Para sejarawan tidak pernah melakukan penelitian tentang ini. Itulah ucapan pembawa acara dokumenter tentang anak-anak tentara Belanda yang ditugaskan di Indonesia dulu atau Hindia Belanda. Mereka disebut anak hasil cinta di zaman perang apa yang disebut dalam bahasa Belanda oorlogliefdeskind.

Dokumenter yang berjudul Tuan Papa itu ditayangkan oleh organisasi penyiaran VPRO. Dokumenter televisi selama hampir satu jam itu menampilkan kisah para tentara Belanda, perempuan Indonesia yang menjadi kekasih mereka dan anak-anak mereka.

Jumlah tentara Belanda yang ditugaskan ke Indonesia antara tahun 1946 sampai 1949 itu sekitar 130000 orang. Jan van den Brom, salah seorang tentara Belanda yang dikirim ke Indonesia, mengatakan sebenarnya banyak sekali teman-temannya yang “berpacaran” sama perempuan Indonesia.

Elsje Kauw, salah seorang perempuan Indonesia yang bersuami tentara Belanda, dengan tenang menjelaskan kisah cintanya. “Kami dikaruniahi anak perempuan: Marianne, ” katanya.

Tidak diakui
Di antara anak hasil cinta di zaman perang itu adalah Jan Denni. Ia menceritakan status dirinya dan kedudukan orang Indo yakni warga yang berdarah campur Indonesia Belanda/Eropa.   “Pertama, saya tidak diakui oleh bapak saya.  Kedua, tidak ada negara yang mengakui kami, ” tandasnya.  Kami ini sebenarnya anak yang tidak disengaja. Per ongeluk, dalam bahasa Belandanya.

Banyak di antara tentara Belanda itu yang baru tahu bahwa mereka punya anak di Indonesia bertahun-tahun setelah mereka pulang ke Belanda. Tapi banyak pula yang sempat menggendong anaknya ketika masih bayi. Tapi kebanyakan terpaksa meninggalkan anak mereka ketika harus pulang ke Belanda dan kebanyakan menikah dengan perempuan Belanda.

Anak musuh
Baik si anak maupun sang ibu yang ditinggalkan di Indonesia nasib mereka terkatung-katung setelah tentara Belanda pulang ke Belanda. Mereka bukan hanya susah dari segi materiil tapi juga secara mental. Posisi mereka sulit di Indonesia. Bagi orang Indonesia mereka adalah “anak Belanda”, yang dianggap musuh.

Kehidupan mereka murat-marit. Sampai-sampai makan pun susah. Luwi Velleman, putera tentara Belanda yang bernama Velleman yang sudah pindah ke Australia, mengaku ia sempat menjadi pencuri untuk mencari makan. “Perut lapar. Susah” katanya hampir menangis. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »