Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘bicara’

Anak-anak kita dalam berbicara atau berkomunikasi dengan orang tua khususnya balita seperti minta ditemani bermain oleh orang tua harus dituruti padhl kita mempunyi kesibukan mungkin kita berpikir lain nanti ia minta sesuatu yang harus dibelikan, padahal ia hanya minta di temani bermain. Lantaran kita menolaknya si kecil akan menangis atau merengek.

Disinilah sering terjadi miskomunikasi antar si kecil dengan orang tua. Kadang-kadang kita salah menerjemahkan apa yang diinginkn anak, seringkali tanggapan orang tua berbeda.

Padahal sebenarnya tidak sulit dalm menjalin komunikasi dengan si kecil dengan baik. Mungkin langkah-langkah berikut dapat membantu mengtasi miskomikasi antara orang tua dengan si kecil, adapun langkah-langkah tersebut sebagi berikut:

  1. Ajak anak bicara sejak dini.Cobalah ajak anak sejak ia berusia beberapa bulan, meskipun ia belum bisa berbicara, misal saat memandikannya, menyuapinya atau mengendongnya, teruslah berceloteh tentang apa saja, meskipun tak dimengertinya, gerak bibir kita akan diperhatikannya. Hal ini akan menjadi awal yang baik terciptanya komunikasi dengan si kecil untuk tahun-tahun berikutnya. (lebih…)
Iklan

Read Full Post »

JIKA SI KECIL BICARA KOTOR

Suatu saat kadang-kadang kita terkejut dan terperanjat ank kita yang masih kecil berbicara kotor, tentunya perasaan kita marah dan dongkol mendengarnya. Padahal kita tidak mengajarinya. Dan ucapannya itu membuat merah telinga kita atau orang lain yang mendengarnya. Kata-kata seram yang terucap tentu kita akan cari thu dari mana ia memperolehnya.

Si kecil menyerap apa saja yang didengar dan dilihat baik dari lingkungan dalam rumah maupun luar rumah. Apalagi jika dari televisi tanpa pengawasan, dimana sekarang dunia televisi menyajikan acara yang mengumbar kata-kata seram tersebut. Perilaku ini merupakan refleksi dari krangnya perhatian yang semestinya diberikan oleh orang tua atau untuk memancing perhatian dari orang tua. Tak penting dia dihukum yang penting usahanya berhasil.

Kalau sudah terjadi begini apa tindakan kita sebagi orang tua yang haru dilaksanakan?

  1. Jangan langsung bereaksi.Biarkan dia dulu, seolah-olah Anda tidak mendengarnya. Mungkin itu cara si kecil menarik perhatian orang tua. Jika tidak ada yang menanggapiny dorongan untuk megucapkan kata-kata kotor akan melemah. Sebliknya akn terdorong berucap bila ada yang menanggapinya, meskipun tangggapannya negatif dengan membentak,menjewer. (lebih…)

Read Full Post »

PANAH BERACUN

Seorang rahib menghadap Buddha dan berkata:

“Apakah jiwa orang saleh luput dari maut?”

Seperti biasa Buddha tidak menjawab.

Tetapi rahib itu mendesak.Setiap hari ia mengulangi pertanyaan yang sama.Setiap hari pula ia tidak dijawab. Akhirnya, ia tidak tahan lagi dan mengancam mau meninggalkan pertapaan, kalau pertanyaan maha penting ini tidak dijawab. Sebab, untuk apa ia mengorbankan segala sesuatu unutk hidup membiara, kalau jiwa orang saleh tidak akan luput dari maut?

Lalu Buddha dalam belas kasihannya berkata:

“Engkau bagaikan seorang yang kena anak panah beracun dan hampir mati.Sanak keluarganya mendatangkan seorang dokter.Tetapi jiwa yang sakit itu tidak mau anak panah dicabut atau menerima pengobatan apapun terhadap lukanya jika tiga pertanyaan pokok ini belum terjawab: Pertama, orang yang memanah kulitnya putih atau hitam? Kedua, ia berbadan tinggi atau pendek? Dan ketiga, ia seorang brahmana atau paria?

Sebelum ketiga jawaban atas ketiganya diberikan, orang yang sekarat itu menolak diobati.

Rahib itu tetap tinggal dalam biara.

Orang lebih senang berbicara tentang jalan dari pada menjalaninya,membicarakan khasiat obat dari pada meminumnya.

By A de  Mello SJ

Read Full Post »

Mungkin pada suatu saat ketika kita berjalan dengan anak kita di suatu tempat keramaian, tiba-tiba anak kita berkata; Bu, kenapa sih tante itu itu kulitnya hitam atau orang itu gemuk  banget atau wajahnya jelek?. Mungkin kita kan merasa kaget ekan eksprei ucapan anak kita yang tiba-tiba tersebut. Lalu kita mungkin akan berkata pada anak kita:’omongan tiu tidak baik, bisa bikin orang marah. Memang anak kecil dikarunia kejujuran yang luar biasa atas setiap apa yang ia lihat. Apa yang dikatakanya itulah yang dipikirkannya tanpa merasa takut atau malu pada orang lain. Namun anda perlu mengajari agar apa yang dikatakannya tidak menyinggung perasaan orang lain. ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan :

  1. Ajak menyingkir.

Bila omongan anak telah menyinggung perasaan orang lain atau menggangu orang lain, cepatlah ajak pergi, menjauhi objek pembicaraan.Dengan demikian, perhatian anak akan beralih sedangkan objek pembicaraan pun mungkin belum sadar jika dirinya sedang dibicarakan.

2. Minta maaf.

Sambil tersenyum mohon permakluman, mintalah maaf kepada orang yang dibicarakan si kecil. Ini mungkin akan membantu menetralisir keadaan yang tidak enak.

3. Jangan sakiti anak.

Pernyataan anak tersebut sebenarnya wajar-wajar saja, meskipun membuat Anda malu Namun kadang-kadang tanggapan orang tua menyakitkan anak, mungkin kita akan menghardik atau membentak. bahkan kadang menyakiti fisik anak. Ini harus dihindari sebab jika terus menerus mendapat tanggapan yang tidak enak, anak bisa malas berkomunikasi.

4.Tegur baik-baik.

Tindakan pertama yang harus dilakukan bila si kecil bicara lancang adalah menegurnya pelan-pelan, misalnya,’Dik jangan bicara begitu sayang!’

5.Beri penjelasan.

Setelah situasi memungkinkan, jelaskanlah baik-baik dengan bahasa yang dimengerti anak bahwa omonganny bisa mebuat orang marah, tersinggung, sedih dsb.

6.Dampingi anak.

Di acara pertemuan keluarga atau kerabat, bisa jadi orang dewasa mengajak ngobrol si kecil, dampinglah si kecil agar bisa membantu menjawab pertanyaan atau menjelaskan sesuatu.

7.Pengawal setia

Jika anda pergi ke tempat umum tentu sikecil akan bersuar keras ini akan merik perhatian dan terdengar orang lain, karena itu anda harus sipa meladeni.

8.Jangan diulangi, ya

Sebnenarnya anak seusia ini tidak pernah bermaksud menghina lewat perkataanya. Cuma, Anda perlu mengajarkan agar ia tidak mengulangi ucapannya yang kurang baik tentang orang lain.

9.Bersabarlah

Sebaiknya anda tidak berharap si kecil cepat memahami maksud anda. Lebih baik, dorong ia untuk memiliki kepercayaan dalam segala hal, sambil pelan-pelan mengarahkannya. Hindarilah sikap mengancam atau membuat anak merasa takut.

10.Anak-nak memang polos

Harap maklum, anak seusia 3 tahun memang tidak pernah bisa disalahkan. Ia belum bisa memilih, mana yang perlu diungkapkan dan mana yang tidak, sekalipun semua yang dilihatnya adalah kebenaran. Mungkin dalam pandangannya itu benar, lucu, aneh atu tidak mebuat tersinggung.

11. Dorong anak berkomentar positif

Meki anda sedang mengajar si ecil hati-hati dalam bicara, tidak berarti Anda selalu mencegahnya berkomentar. Sebaliknya dorong anak untuk mencari cara berkomentar yang baik

12. Diam juga boleh

Bisa juga Anda mengajarkan pada si kecil bahwa tidak bicara apa-apa juga boleh, dari pada mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaan orang lain.

13.Beri contoh

Sikap dan perilaku Anda terhadap orang lain akan ditiru anak. Bila Anda senantiasa ramah kepada orang lain, tidak pernah mengumpat, menghina atau berkata kasar terhadap siapapun, anak akan mengerti dan mempelajari bagaimana berbicara yang baik kepada orang lain.

14.Jangan cemas.

Walaupun perkataan anak sering menyakitkan telinga,percayalah, hampir semua orang menyukai anak-anak dan mau mengerti, bagaiman sifat anak usia 3 tahun yang sebenarnya. Jadi,jangan khawatir.

Read Full Post »