Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘budaya’ Category

Oleh A. Mustofa Bisri


Akhir-akhir ini sering kita mendengar dari kalangan kaum muslim, sementara orang yang mempersoalkan secara dikotomis tentang kesalehan. Seolah-olah dalam Islam memang ada dua macam kesalehan: “kesalehan ritual” dan “kesalehan sosial”.

Dengan “kesalehan ritual” mereka menunjuk perilaku kelompok orang yang hanya mementingkan ibadat mahdlah, ibadat yang semata-mata berhubungan dengan Tuhan untuk kepentingan sendiri. Kelompok yang sangat tekun melakukan sholat, puasa, dan seterusnya; namun tidak perduli akan keadaan sekelilingnya. Dengan ungkapan lain, hanya mementingkan hablun minallah.

Sedangkan yang mereka maksud dengan “kesalehan sosial” adalah perilaku orang-orang yang sangat peduli dengan nilai-nilai Islami, yang bersifat sosial. Suka memikirkan dan santun kepada orang lain, suka menolong, dan seterusnya; meskipun orang-orang ini tidak setekun kelompok pertama dalam melakukan ibadat seperti sembayang dan sebagainya itu. Lebih mementingkan hablun minan naas.
(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Opera Java digelar di Amsterdam awal September 2010 untuk memperingati 100 tahun Tropenmuseum. Maka penonton disuguhi pertunjukan teater Jawa yang terus memperbaharui diri dan tanpa segan-segan menampilkan hal-hal yang bisa dinilai saru.

Sepintas, terbesit kesan puritanisme telah kokoh mencokoli masyarakat kita. Tengok saja kecaman massal terhadap video pornonya artis terkenal atau berlakunya UU Pornografi. Belum lagi ormas-ormas yang giat menindak kalangan yang dinilai tidak mentaati tata susila. Kemudian masih ditambah pejabat yang tidak henti-hentinya berupaya memblokir situs internet porno. Melihat semua ini orang cenderung menahan napas: jangan-jangan puritanisme memang telah bersimaharaja lela.
(lebih…)

Read Full Post »

Oleh: A. Mustofa Bisri

Atas perkenan dan pertolongan Allah, kita, Alhamdulillah, telah berhasil menyelesaikan ujian Tuhan terhadap kita dengan merampungkan kewajiban berpuasa sebulan suntuk di bulan Ramadan. Marilah kita rayakan dengan penuh kesyukuran dan ketakwaan, seraya merenungi hikmahnya yang agung.

Tugas puasa yang telah kita selesaikan, sebenarnya merupakan gemblengan bagi mencapai kemerdekaan diri yang sesungguhnya. Merdeka dari penjajahan penjajah paling laknat yang sekaligus kekuasaannya paling membelenggu diri kita: nafsu dan syahwat yang mendapat dukungan setan.

Dengan dukungan setan, selama ini nafsu dan syahwat telah berhasil menguasai diri dan memperbudak banyak pribadi manusia. Sehingga acapkali bahkan berhasil membuat pribadi-pribadi itu lupa kemanusiaannya. Mereka menjadi kejam melebihi binatang buas, rakus melebihi hewan, memangsa siapa saja, melalap apa saja; tak terkecuali sesama mereka. Melebihi hewan dan binatang, karena memang mereka mempunyai kelebihan-kelebihan yang tak dimiliki hewan dan binatang.

Sebenarnya, oleh kasihsayang Allah, manusia telah dibekali hati nurani dan akal pikiran yang didukung oleh malaikat, bagi mendapatkan kesempuranaan hidayah. Hati nurani dan akal pikiran itulah yang merupakan sumber dari segala kelebihan manusia. Dengan nurani dan akal pikiran itu sebenaranya manusia, bisa mencapai ketinggian martabat paling tinggi di atas makhluk-makhluk Allah yang lain. Namun, seringkali nafsu dan syahwat dipesonakan setan kepada gemerlap dan kenikmatan kehidupan duniawi sesaat, sehingga mengaburkan mata hati manusia dan kemudian menjerumuskannya ke jurang kerendahan paling rendah. (lebih…)

Read Full Post »

Modifikasi lukisan part 5 selamat menikmati

Russian art, modified 31

Russian art, modified 32 (lebih…)

Read Full Post »

Pesantren IstighfarGus Tanto melayani sedikitnya 250 preman yang ingin belajar agama

Sebuah pondok pesantren di Kota Semarang mencoba mengkhususkan diri memberi pencerahan kepada para preman atau berandal jalanan.

Dengan metode yang disebut tombo ati (obat hati), pengelola pondok pesantren ini berupaya mengajak para bandit jalanan agar sadar dan bekerja dengan cara yang benar, lapor Edhi Prayitno untuk BBC Indonesia.

Pesantren itu sendiri bernama Pesantren Istighfar, dimaksudkan agar tempat ini bisa menjadi tempat bertobat. Pengelola pesantren, Mohamad Kuswanto atau Gus Tanto setiap hari melayani sedikitnya 250 orang preman yang belajar ibadah.

Semuanya adalah santri kalong atau santri yang datang ke pesantren jika ada acara atau membutuhkan konsultasi.

Menurut Gus Tanto, pesantren itu didirikan secara fisik tahun 2005, meski aktivitasnya sudah ada sejak 20 tahun lalu.

Cap buruk

Dia yang lahir dan besar di kampung itu, mengaku tidak tahan melihat kekerasan di lingkungannya.

“Orang main ke Perbalan itu sudah berpikir seribu kali karena tidak aman apalagi nyaman. Brooklyn-nya Semarang itu Perbalan ini. Krisis moralitas. Dengan dihimpit lingkungan seperti itu, saya punya naluri bagaimana saya bisa menerapkan apa yang namanya kebenaran,” kata Gus Tanto. (lebih…)

Read Full Post »

Gang Dolly, Surabaya
Dolly sebelumnya adalah pemukiman masyarakat Cina

Lokalisasi terbesar dan termasyhur di Indonesia, Gang Dolly, di Surabaya diliburkan selama bulan puasa tetapi sebagian kecil pekerja seks komersial (PSK) tetap tinggal di tempat itu dan menjalankan profesinya secara sembunyi-sembunyi.

Sebelum Ramadhan tiba, suasana di lokalisasi Dolly, Kelurahan Dukuh Kupang, Surabaya, Jawa Timur hiruk pikuk. Musik dangdut terdengar keras, bercampur lalu-lalang orang-orang di tempat pelacuran yang dikelilingi pemukiman padat itu.

Namun selama bulan puasa Gang Dolly terlihat sepi, seperti dilaporkan oleh Raditya Sudarmanto dari Surabaya untuk BBC Indonesia.

Gang Dolly dan Jalan Jarak, dua tempat lokalisasi di Surabaya menjadi seperti kampung mati saat bulan puasa. Sejak 2002 lalu selama bulan Ramadhan, 350 wisma dan tempat hiburan di kawasan ini harus tutup sampai setelah Lebaran. (lebih…)

Read Full Post »

Modifikasi lukisan part 4 selamat menikmati

Russian art, modified 46

Russian art, modified 47

Russian art, modified 48 (lebih…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »