Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei 7th, 2010

shutterstock

Ilustrasi: Di usia 3 – 5 tahun kecerdasan anak sudah sangat maju dan kompleks, sehingga diperlukan stimulasi yang lebih tepat untuk mengembangkan kecerdasan mereka itu, salah satunya dengan bermain

JAKARTA, KOMPAS.com – Di usia 3 – 5 tahun kecerdasan anak sudah sangat maju dan kompleks, sehingga diperlukan stimulasi yang lebih tepat untuk mengembangkan kecerdasan mereka itu, salah satunya dengan bermain.

Menurut Garry L. Landreth, pendiri dan direktur Center for Play Therapy di University of North Texas (UNT), bermain adalah bagian integral dari masa kanak-kanak, media yang unik untuk memfasilitasi perkembangan ekspresi bahasa, ketrampilan komunikasi, emosi, sosial, pengambilan keputusan, serta perkembangan kognitif pada anak-anak.

Untuk itulah, metode paling tepat memberikan stimulasi pada anak-anak adalah dengan bermain. Tak ubahnya Landreth, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Muhammad Rizal psi juga mengatakan, bahwa bermain membuat anak di usia 3-5 tahun semakin cerdas.

Hanya saja, menurut Rizal, ada baiknya stimulasi lewat bermain itu diberikan mengikuti 7 ranah kecerdasan si anak, seperti yang pernah dipaparkan oleh Dr Howard Gardner, psikolog dari Harvard University, yaitu:

Kecerdasan Spasial/Kinestetis (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak bergerak, selain membuat anak aktif, juga dapat mengembangkan seluruh aspek kecerdasannya. Di sisi lain, perkembangan kinestetik akan memperkuat kesadaran sensori yang dimulai pada sistem saraf dan berujung pada sendi dan otot.

Stimulasi kinestetik atau gerak diberikan melalui rangsangan gerak tubuh yang kemudian akan direspon anak dengan gerakan tubuh pula. Stimulasi ini sangat bermanfaat terutama dalam menumbuhkembangkan potensi kecerdasan anak.

Menurut Drs. Bambang Sujiono, MPd., respon yang ditunjukkan oleh anak merupakan gerakan otot-otot tubuh sebagai akibat dari adanya perintah dari sel saraf pusat.

Hampir setiap respon gerakan melalui perintah otak. Kecuali gerak refleks tubuh yang merupakan gerakan spontan otot-otot tubuh tanpa adanya perintah dari otak. Itu sebabnya, bila rangsangan kinestetik diberikan kepada anak dengan melibatkan gerakan tubuh, sel-sel otaknya semakin banyak terstimulasi. Ini berarti, seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki anak akan tumbuh dan berkembang.

Staf Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ ini, kemudian memberikan ragam stimulasi kinestetik mulai usia 0 hingga 6 tahun.

Usia 0-1 tahun
Di usia 3-4 bulan kandungan, janin sudah menunjukkan gerakan tubuh pertamanya, yang semakin bertambah sejalan dengan pertambahan usia kehamilan. Gerakan kedua muncul saat bayi lahir, yaitu gerak refleks. (lebih…)

Read Full Post »

Kita biasa mengolongkan manusia dalam dua katagori: orang suci dan orang berdosa. Penggolongan ini dilakukan atas dasara angan-angan saja. Sebab, di satu pihak, tidak seorang pun tahu betul-betul, siapa saja yang suci dan siapa saja yang berdosa: kesan lahiriah mudah menipu. Di pihak lain, kita semua, baik yang suci dan yang berdosa, adalah pendosa.

Seorang pendeta mengajukan pertanyaan dalam sebuah kelas: ” Anak-anak, senadainya semua orang baik itu putih dan semua orang jahatĀ  itu hitam, kamu akan berwarna apa?”

Si kecil Maria Yoana menjawab : ” Aku akan menjadi orang yang berwarna loreng-loreng Pak!”

Begitu juga semua guru, pastor,kiai, haji,bhiksu…. Begitu Juga Mahatma,para paus dan santo-santa yang mulia…..

Seseorang mencari gereja yang baik utnuk ikut serta beribadat. Kebetulan ia masuk ke sebuah gereja tempat jemaat bersama pendeta sedang berdoa. Mereka membaca dari sebuah buku doa: ” Kami melalaikan hal-hal yang sebenarnya harus kami lakukan, dan kami melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh kami lakukan.

Orang itu langsung ikut duduk di situ dan berkata kepada dirinya dengan perasaan lega: ” Syukur kepada Tuhan! Akhirnya aku menemukan kelompok orang yang sama dengan diriku!”

Usaha-usaha untuk menyembunyikan loreng-loreng yang ada pada orang suci kita kadang-kadang berhasil tetapi usaha itu selalu kurang jujur.

By A de Mello SJ

Read Full Post »