Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret 24th, 2010

TANAH ADALAH YANG TERKAYA DI ALAM SEMESTA

Tanah bukan hanya memiliki kasih terbesar dan yang paling rendah hati, ia juga yang terkaya. Segala sumber harta kekayaan di seluruh dunia; emas, perak, tembaga, besi, batu giok, berlian, dan segal macam permata, semuanya ada di dalam tanah. Anda tidak akan dapat menemukan harta kekayaan yang tidak ada di dalam tanah, di seluruh bumi ini. Tanah juga memilki air dan api. Kita harus menggali tanah unutk minum air dan mendapatkan api, karena air dan api ditemukan di dalam tanah. Kita juga harus menggali tanah utnuk mendapatkan kerikil, pasir, batu karang, dan batu kapur yang dibutuhkan untuk membangun rumah. Tanah itu kaya dan memiliki segalanya. Kita harus mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah dari tanah ketika kita ingio menetap dan memiliki keluarga.

Namun demikikan, tanah begitu rendah hati dan tidak pernah menunjukkan sikap bahwa ia kaya. Tanah baik hati dan tidak menerima uang  sepeser pun untuk semua harta miliknya yang berharga, bahkan ia memberikan semua itu secara gratis. Tanah sama sekali tidak rakus atau egois. Ia tidak memegahkan diri, dan hanya hidup untuk ciptaan lain dan mengorbankan diri bagi yang lain. Tanah sungguh memiliki pemikiran yang mulia dan hati yang suci.

By Guru Suk Sun

Iklan

Read Full Post »

Semua orang, bahkan mikro organisme dan serangga hidup di dalam pelukan tanah, namun tidak ada satu pun yang menunjukkan rasa terima kasih atau menghargai tanah.

Tetapi, tanah yang paling rendah hati di alam semesta, terus saja memberikan dukungan dan melayani mereka sepenuh hati tanpa pernah sekalipun mengeluh. Tanah sungguh orang suci yang penuh kasih,suci, dan tidak mementingkan diri sendiri yang benar-benar mempraktekkan kebenaran agung alam semesta, yaitu tidak mementingkan diri sendiri

By Guru Suk  Sun

Read Full Post »

TANAH MEMILIKI KASIH YANG LUAR BIASA

Meski pepohonan yang kasar dan semak berduri melesakkan akar mereka jauh ke dalam tanh dan mnyerap semua gizi yang ada, ia menerima semuanya dengan penuh kasih. Ia tidak bertanya, “Mengapa kau melakukan hal ini kepadaku?” atau memarahi pohon-pohon ketika mereka melesakkan akar mereka ke bagian dalam tubuhnya. Ketika binatang liar atau ular menggali lubang di dalamnya, tanah menerima dan memeluk nereka dengan penuh kasih. Ketika manusia yang kasar menggali tiada henti  ke dalam tubuhnya untuk membuat gorong-gorong, tanah menerima semua itu dengan penuh kasih. Tanah adalah pemilik kasih sayang, hingga dengan senang  hati memasok mereka dengan sayuran, buah-buahan, air, dan makanan. Tanah, yang sejatinya adalah kasih, tidak pernah menyerang seseorang atau apapun. Ia sama sekali tidak pernah merasa tersinggung, bahkan ia selalu mengasihi mereka dengan senang hati yang tidak pernah berubah. (lebih…)

Read Full Post »