Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret 23rd, 2010

BAYAZID MELANGGAR ATURAN

Bayazid seorang Muslim yang suci, kadang-kadang dengan sengaja melanggar bentuk-bentuk lahir dan upacara agamanya. Pada suatu hari, ketika ia pulang dari Mekah, ia singgah di kota Rey di Iran. Penduduk kota yang sangat menaruh hormat padanya, keluar mengelu-elukannya sampai seluruh kota gempar. Bayazid, yang sudah jenuh akan pendewaan serupa itu, menunggu hingga sampai di pinggir pasar. Di sana ia membeli sepotong roti, lalu mulai memakanya di depan umum. Padahal waktu itu bulan puasa. akan tetapi Bayazid yakin, bahwa dalam perjalanan ia tidak terikat pada peraturan-peraturan agama.

Tetapi para pengikutnya tidak berpikir demikian. Maka mereka begitu dikecewakan oleh perbuatan itu, sehingga mereka semua segera meninggalkannya dan pulang. Bayazid dengan rasa puas berkata pada salah seorang muridnya: “Lihat, begitu aku berbuat sesuatu yang berlawanan dengan harapan mereka, rasa hormat mereka terhadapku hilang lenyap.”

Jesus kerap kali sangat mengejutkan para pengikutnya dengan bertindak seperti itu juga.

Kebanyakan orang memerlukan seorang suci untuk disembah dan seorang guru untuk dimintai nasehat. Ada persetujuan diam-diam: Engkau harus hidup sesuai dengan harapan kami, dan sebagai gantinya kami akan menghormatimu. “Permainan kesucian !*

By A de Mello SJ

Iklan

Read Full Post »

MINTA GENDONG

Beberapa waktu yang lalu kita akrab di telinga kita dengan Lagu Tak Gendong yang dipopulerkan oleh almarhum Mbah Surip, dimana tak gendong menjadi hits. Dan jika kita sendiri mengalaminya sendiri ketika berjalan di sebuah pasar,mall, tempat wisata; tiba-tiba anak kita minta gendong. Maka kita akan dihadapkan pada kondisi fisik kita yang lelah. Padahal anak kita merengek terus minta gendong dan pada akhirnya kita menyerah dari pada si kecil ngambek di depan banyak orang.

Sindrom gendong memang sanagt menjengkelkan dan benar-benar membebani fisik. Lebih-lebih pada kegiatan di luar rumah dimana menggelendotnya si kecil juga membatasi gerakan orang yang menggendong. Di sini kita mengalami problema besar, dimana jika keterusan akan sangat menyusahkan kita. Di mana si kecil dengan segala upaya termasuk menjerit tau berguling-guling sampai kita benar-benar takluk alias mengendongnya.

Dari sisi anak sendiri berjalan sebenarnya merupakan sebuah kebanggaan setelah sekian lama hidup dalam boks bayi, kereta dorong dan lengan orang tua. Namun kebanggaan itu memudar ketika berjalan menjadi harapan, keharusan atau tuntutan baginya. Menghadapi hal tersebut kita harus mempunyai trik-trik sebagi berikut:

  1. Jadikan Berjalan sebagai rekreasi, Cobalah jadikan berjalan sebagai suatu permainan. Misalnya, “Yuk coba, bisa enggak kita melewati sebuah lubang yang ada di trotoar, atau ” Yuk kita lihat, ada berapa burung merpati yang ada di jalan sana. Bisa juga sambil menyanyikan sebuah lagu atau menunjukkan apa saja yang menarik di sepanjang jalan.
  2. Jangan dilarang minta berhenti, Jangan memintanya berjalan sementara anda sendiri terburu-buru. Sediakan waktu tambahan jika hendak bepergian bersamanya. Mungkin ia akan berhenti untuk melihat sesuatu yang menarik, atau mungkin ia ingin minum dulu.
  3. Jangan memaksanya berjalan cepat,Karena ukuran kakinya, anak akan dua kali lebih lama samp[ai ke tempat yang dituju, dibandingkan orang tua. Ia akan juga cepat lelah, ia bukanlah atlet jalan cepat, siapkan rencana cadangan dengan membawa kereta dorong atau mempersingkat perjalanan. (lebih…)

Read Full Post »