Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret 11th, 2010

JALAN SEMPIT

Sekali peristiwa, Tuhan memperingatkan rakyat mengenai datangnya gempa bumi, yang akan menghabiskan seluruh air yang ada di negeri ini. Air yang kemudian datang mengganti akan membuat setiap orang menjadi gila.

Hanya nabilah yang menanggapi Tuhan dengan serius. Ia mengusung air banyak-banyak ke guanya di gunung, sehingga cukup kiranya samapi hari kematiannya.

Ternyata benar, gempa bumi sungguh terjadi.Air menghilang dan air yang baru mengisi parit, danau, sungai serta kolam. Beberapa bulan kemudian nabi turun ke lembah untuk melihat apa yang telah terjadi. Memang, semua orang telah menjadi gila. Mereka menyerang dan tidak mempedulikannya. Mereka semua yakin, justru dialah yang sudah gila.

Maka nabi pulang ke guanya di gunung. Ia senang, bahwa ia masih menyimpan banyak air. Tetapi  lama kelamaan ia merasakan kesepian yang tak tertahankan lagi. Ia ingin sekali bergaul dengan sesama manusia. Maka ia turun ke bawah lagi. Sekali lagi ia diusir oleh orang banyak, karena ia bergitu berbeda dengan mereka semua.

Nabi lalu mengambil keputusan. Ia membuang seluruh air yang disimpannya, minum air baru dan bergabung dengan orang-orang lainnya sehingga sama-sama menjadi gila.

Jika engkau mencari kebenaran, engkau berjalan sendirian. Jalan ini terlalu sempit untuk kawan seperjalanan. Siapakah yang dapat tahan dalam kesendirian itu?

By A de Mello SJ

Iklan

Read Full Post »

JANGAN BERUBAH

Aku sudah lama  mudah naik darah. Aku serba kuatir, mudah khawatir,mudah tersinggung dan egois sekali. Setiap orang mengatakan bahwa aku harus berubah.Dan setiap orang terus-menerus menekankan, betapa mudah kaku menjadi marah.

Aku sakit hati terhadap mereka, biarpun sebetulnya aku menyetujui nasehat mereka. Aku memang ingin berubah, tetapi aku tidak  berdaya untuk berubah, betatpappun aku telah berusaha.

Aku merasa tersinggung ketika sahabat karibku juga mnengatakan, bahwa aku mudah naik pitam. Ia juga terus menerus mendesak aku supaya aku berubah. Aku mengakui bahwa ia benar, meskipun aku tidak bisa membencinya.Aku merasa sama sekali tidak berdaya dan terpasung.

Namun suatu hari ia berkata kepadaku;”Jangan berubah! tetaplah seperti itu saja. Sungguh, tidak jadi soal, apakah engkau berubah atau tidak. Aku mencintaimu sebagaimana engkau ada.Aku tidak bisa tidak mencintaimau.”

Kata-katanya itu berbunyi merdu dalam telingaku:”Jangan berubah. Jangan berubah. Jangan berubah…. Aku mencitaimu.”

Dan aku menjadi tenang.aku mulai bergairah. Dan, oh sungguh mengherankan, aku berubah!

Sekarang aku tahu, bahwa aku tidak dapat benar-benar berubah, sebelum aku menemukan orang yang tetap mencintaiku, entah aku berubah atau tidak.

Engkau mencintaiku seperti itu, Tuhan?

By   A de Mello SJ

Read Full Post »

MUKJIZAT AKAPELA INDONESIA

Semarang memperoleh hiburan yang lain dari pada lain dalam suguhan sebuah pertunjukan musik yang memberi warna tersendiri dalm blantika musik. Dalam sebuah pementasan musik di Universitas Dian Nuswantoro hari Selasa tanggal 9 Maret 2009 yang bertajuk Resital Tunggal Mukjizat Akapela Indonesia PENTA BOYZ, yang di bina oleh JAYA SUPRANA.

Dalam kesempatan tersebut Jaya menjelaskan bagaiamana ia merasa tertarik kepada Penta Boyz. Di sekitar Natal tahun 2007 di sudut remang-remang  sebuah tempat hiburan terdengan suara indah mengalun, yang membuatnya tertarik  dan langsung jatuh cinta pada mereka, jelasnya.

Padahal Penta Boyz sudah meraih prestasi tingkat dunia tepat pada tahun 2001 pada Festival Internasional Akapela di Bucharest Rumania, mereka meraih juara dunia. Sayangnya di kancah musik nasional mereka tidak bergaung. Karena hal tersebut Jaya  Suprana mencoba membuat mereka diapresiasi di dunia musik dalam negeri.

Melalui berbagai pertunjukan di tanah air seperti di Institut Kesenian Jakarta yang ditonton Presiden dan 6 menteri, akhirnya mereka diundang untuk tampil di Istana Negara. Mereka juga tampil di Melbourne Resital Centre Australia, para penontonya terpukau dan minta tambah serta tidak mau pulang, karena hal itu mereka didenda atas penampilan yang terlalu lama oleh pemerintah setempat.

Sedangkan penampilan mereka di Bentara Budaya Jakarta milik Kompas Grup Penta Boyz mendapat pujian yang luar biasa padahal untuk hal itu Kompas amat selektif dalam memberi apresiasi. Penta Boyz , personilnya terdiri dari: Armando dengan suara Bass ( Perkusi dan Gitar), Martadinata dengan suara Bariton, IndraGunawan dengan suara Bariton dan Sopran, Rony Maspaitela dengan suara Tenor, serta Joka Tatarang dengan suara Tenor sekaligus arranger.

Dalam penampilannya di UDINUS, sebagai lagu pembuka mereka menyanyikan lagu karya Ismail Marzuki  INDONESIA PUSAKA, kemudian mereka menyanyikan lagu daerah Batak secara medley, “Sinanggar Tullo”,Sing Sing So”, dan Beta Hita dengan rancak dan aktraktif, bahkan Jaya Suprana sempat seloroh bahwa The Manhantan Transfer, MJ dan Beatles, tidak bisa menyanyikan lagu Batak senidah mereka, yang disambut tawa penonton.

Penonton menyambut eksplorasi suara mereka dengan tepuk tangan dan decak kagum. Mereka juga membawakan lgu “Gethuk” yang tak kalah mempesonanya, dimana juga dibawakan secara keroncong bahkan diarranger dengan suara gamelan pentatonis dengan suara mereka. selain itu juga merekan membawakan lagu keroncong “Sepasang Mata Bola” karya Izmail Marzuki, lagu dangdut “Kopi Dangdut”, yang diringi joget salah satu penonton. Bahkan lagu Pop yang ditenarkan Vina Panduwinata “Surat Cinta” dan ” Inikah Namanya Cinta: yang pernah dipopuerkan ME Voices secara apik.

Ini dilaksanakan dalam rangka tour album perdana mereka yang berjudul Live Concert in Bentara Budaya Jakarta, setelah Semarang disusul kota Jogjakarta. Dalam pementasan tersebut para penonton kagum atas kualitas suara mereka, dan pada malam itu seprtinya mereka enggan berpisah dan terus ingin mendengar suaranya dengan berteriak we wantmore,we want more. Lagi,lagi,lagi seru penonton. Dan sebagi lagu penutup PentaBoyz menyanykan kembali “Indonesia Pusaka” karya Izmail Marzuki yang disambut standing ovation dari penonton sebagai apresiasi atas sajian kulitas suara mereka yang memukau.

Penulis bersama Jaya Suprana

Penulis bersama PENTA BOYZ

Read Full Post »