Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret 6th, 2010

Sufi Bayazid bercerita tentang dirinya seperti berikut ini:

“Waktu masih muda, aku revolusioner dan aku selalu berdoa :” Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!”

” Ketika aku sudah separuh baya dan sadara bahwa setangah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orang pun, aku mengubah doaku menjadi:”Tuhan, berilah aku rahmatMu unutk mengubah semua orang yang berhubungan denganku:keluarga dan kawan-kawanku, dan aku akan merasa puas.”

“Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Doaku satu-satunya sekarang adalah: Tuhan, berilah rahmat unutk mengubah diriku sendiri.” Seandainya sejak semula aku berdoa begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan hidupku!’

Setiap orang berpikir mau mengubah umat manusia. Hampir tak seorangpun berpikir bagaimana mengubah dirinya.

By A de Mello SJ

Iklan

Read Full Post »

CINTA ITU MELUPAKAN

“Mengapa engkau selalu mengungkit-ungkit kesalahanku di masa yanga lalu?” tanya sang suami.

“Ku pikir, kau telah melupakannya!”

“Memang aku sudah mengampuni dan melupakannya!” jawab sang isteri.

“Tetapi aku ingin meyakinkanmu, agar engkau tidak lupa bahwa aku sudah mengampuni dan melupakannya.”

***********

Sebuah wawancara:

Murid:

Jangan  ingat lagi akan dosa-dosaku, ya Tuhan!”

Tuhan:

“Dosa?Dosa apa? Engkau harus menyegarkan pikiranku. Aku sudah melupakannya berabad-abad yang lalu.”

Cinta itu tidak mengingat-ingat kesalahan.

By A de Mello SJ

Read Full Post »

Mungkin pada suatu saat ketika kita berjalan dengan anak kita di suatu tempat keramaian, tiba-tiba anak kita berkata; Bu, kenapa sih tante itu itu kulitnya hitam atau orang itu gemuk  banget atau wajahnya jelek?. Mungkin kita kan merasa kaget ekan eksprei ucapan anak kita yang tiba-tiba tersebut. Lalu kita mungkin akan berkata pada anak kita:’omongan tiu tidak baik, bisa bikin orang marah. Memang anak kecil dikarunia kejujuran yang luar biasa atas setiap apa yang ia lihat. Apa yang dikatakanya itulah yang dipikirkannya tanpa merasa takut atau malu pada orang lain. Namun anda perlu mengajari agar apa yang dikatakannya tidak menyinggung perasaan orang lain. ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan :

  1. Ajak menyingkir.

Bila omongan anak telah menyinggung perasaan orang lain atau menggangu orang lain, cepatlah ajak pergi, menjauhi objek pembicaraan.Dengan demikian, perhatian anak akan beralih sedangkan objek pembicaraan pun mungkin belum sadar jika dirinya sedang dibicarakan.

2. Minta maaf.

Sambil tersenyum mohon permakluman, mintalah maaf kepada orang yang dibicarakan si kecil. Ini mungkin akan membantu menetralisir keadaan yang tidak enak.

3. Jangan sakiti anak.

Pernyataan anak tersebut sebenarnya wajar-wajar saja, meskipun membuat Anda malu Namun kadang-kadang tanggapan orang tua menyakitkan anak, mungkin kita akan menghardik atau membentak. bahkan kadang menyakiti fisik anak. Ini harus dihindari sebab jika terus menerus mendapat tanggapan yang tidak enak, anak bisa malas berkomunikasi.

4.Tegur baik-baik.

Tindakan pertama yang harus dilakukan bila si kecil bicara lancang adalah menegurnya pelan-pelan, misalnya,’Dik jangan bicara begitu sayang!’

5.Beri penjelasan.

Setelah situasi memungkinkan, jelaskanlah baik-baik dengan bahasa yang dimengerti anak bahwa omonganny bisa mebuat orang marah, tersinggung, sedih dsb.

6.Dampingi anak.

Di acara pertemuan keluarga atau kerabat, bisa jadi orang dewasa mengajak ngobrol si kecil, dampinglah si kecil agar bisa membantu menjawab pertanyaan atau menjelaskan sesuatu.

7.Pengawal setia

Jika anda pergi ke tempat umum tentu sikecil akan bersuar keras ini akan merik perhatian dan terdengar orang lain, karena itu anda harus sipa meladeni.

8.Jangan diulangi, ya

Sebnenarnya anak seusia ini tidak pernah bermaksud menghina lewat perkataanya. Cuma, Anda perlu mengajarkan agar ia tidak mengulangi ucapannya yang kurang baik tentang orang lain.

9.Bersabarlah

Sebaiknya anda tidak berharap si kecil cepat memahami maksud anda. Lebih baik, dorong ia untuk memiliki kepercayaan dalam segala hal, sambil pelan-pelan mengarahkannya. Hindarilah sikap mengancam atau membuat anak merasa takut.

10.Anak-nak memang polos

Harap maklum, anak seusia 3 tahun memang tidak pernah bisa disalahkan. Ia belum bisa memilih, mana yang perlu diungkapkan dan mana yang tidak, sekalipun semua yang dilihatnya adalah kebenaran. Mungkin dalam pandangannya itu benar, lucu, aneh atu tidak mebuat tersinggung.

11. Dorong anak berkomentar positif

Meki anda sedang mengajar si ecil hati-hati dalam bicara, tidak berarti Anda selalu mencegahnya berkomentar. Sebaliknya dorong anak untuk mencari cara berkomentar yang baik

12. Diam juga boleh

Bisa juga Anda mengajarkan pada si kecil bahwa tidak bicara apa-apa juga boleh, dari pada mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaan orang lain.

13.Beri contoh

Sikap dan perilaku Anda terhadap orang lain akan ditiru anak. Bila Anda senantiasa ramah kepada orang lain, tidak pernah mengumpat, menghina atau berkata kasar terhadap siapapun, anak akan mengerti dan mempelajari bagaimana berbicara yang baik kepada orang lain.

14.Jangan cemas.

Walaupun perkataan anak sering menyakitkan telinga,percayalah, hampir semua orang menyukai anak-anak dan mau mengerti, bagaiman sifat anak usia 3 tahun yang sebenarnya. Jadi,jangan khawatir.

Read Full Post »

NELAYAN YANG PUAS

Usahawan yang kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil menghisap rokok.

“Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?”tanya usahawan itu.

“Karena ikan yang ku tangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,” jawab nelayan.

“Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi dari pada yang kau perlukan?”tanya usahawan

“Untuk apa?’ nelayan balas bertanya.

“Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak,’jawabnya.”Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian engkau mempunyai cukup banyak uang untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan lebih banyak ikan lagi, jadi juga uang lebih banyak lagi. Nah, segera uangmu cukup banyak untuk membeli dua kapal…. bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.”

“Selanjutnya aku mesti berbuat apa?” tanya si nelayan.

“Selanjutnya kau bisa beristirahat dan menikmati hidup,” kata si usahawan.

“Menurut pendapatmu, sekarang ini aku sedang berbuat apa?” kata si nelayan puas.

Lebih bijaksana menjaga kemampuan untuk menikamati hidup seutuhnya dari pada menumpuk uang.

By A de Mello SJ


Read Full Post »

Sa’di bin Shiraz menceritakan tentang dirinya kisah berikut ini:

Ketika aku masih kecil, aku anak yang saleh,tekun dalam beroda dan melkukan kebaktian.

Pada suatu ketika malam aku berjaga bersama ayahku dengan memegang Al Qur’an di atas pangkuanku.

Tiap orang yang ada di kamar bersama kami mulai mengantuk dan akhirnya semua tertidur pulas.

Maka, aku berkata kepada ayahku:’ Dari semua orang yang tidur ini tidak ada seorangpun

yang membuka matanya atau mengangkat kepalanya untuk berdoa. Seperti mati mereka semua itu.’

Ayahku menjawab:

‘Anakku tercinta, aku lebih senang engkau juga tertidur dan tidak berdoa dari pada mengumpat.’

Membenarkan diri sendiri adalah bahaya yang sering timbul pada orang yang berusaha maju dalam hidup doa dan menjadi semakin saleh.

By A de Mello  SJ

Read Full Post »