Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari 25th, 2010

KENAIKAN PANGKAT

Calon pertama masuk:

‘Saudara tahu, behawa ujian sederhana ini kami berikan kepada saudara, sebelum saudara diterima bekerja disini?’

‘Ya.’

‘Nah, dua kali dua itu berapa?’

‘Empat.’

Calon kedua masuk.

‘Saudara siap untuk ujian?’

‘Ya.’

Nah, berapa dua kali dua itu?’

‘Berapa saja, terserah Bapak.’

Calon kedua inilah yang mendapat pekerjaan.

Sikap calon kedua itulah yang amat dianjurkan, kalau anda ingin dapat kenaikan pangkat di setiap lembaga, baik yang sekular maupun yan g bersifat keagamaan.

Sikap ini juga menghasilkan nilai yang tinggi dalam ulangan keagamaan.Itulah sebabnya, orang yang mendapat gelar dalam ilmu keagamaan itu lebih dikenal karena kesetiaannya pada ajaran daripada kesetiaan pada kebenaran.

By A de Mello SJ

Iklan

Read Full Post »

DOA BISA BERBAHAYA

Inilah cerita yang sangat disukai Guru Sufi Sa’di dari Shiraz:

Salah seorang sahabatku senang sekali karena isterinya mengandung. Ia ingin mendapatkan anak-anak laki-laki. Tak berhenti-hentinya ia berdoa kepada Tuhan dan menjanjikan berbagai kaul dengan ujud itu.

Maka terjadilah, bahwa isterinya melahirkan seorang anak laki-laki. Sahabatku bergembira sekali dan mengundang seluruh penduduk kampung untuk merayakan pesta syukur. Bertahun-tahun kemudian, sekembaliku dari Mekah, aku melewati kampung sahabatku itu.Aku diberitahu bahwa ia dipenjara.

‘Mengapa? Apa kesalahnnya?’ tanyaku.

Tetanga berkata:’Anaknya mabuk, membunuh orang, kemudian melarikan diri. Maka ayahnya lalu ditangkap dan dipenjarakan.’

Meminta kepada Tuhan dengan tekun apa yang kita inginkan merupakan perbuatan yang patut dipuji.

Tetapi doa seperti itu juga amat berbahaya

Read Full Post »

MENCARI DI TEMPAT YANG SALAH

Seorang tetangga melihat Nasrudin berjongkok sambil mencari sesuatu.

‘Apa yang sedang Anda cari,Mullah?’

‘Kunciku yang hilang.’

Dua-duanya terus berjongkok mencari kunci yang hilang itu.Sebentar kemudian tetangga itu bertanya:

‘Di mana kuncimu yang hilang?’

‘Di rumah.’

‘Astaga!Lantas mengapa Anda mencarinya di sini?’

‘Karena di sini lebih terang

Apa gunanya mencari Tuhan di tempat-tempat suci, kalau Ia sudah tidak bersemayam lagi didalam hatiku?

By A deMello SJ

Read Full Post »

Diceritakan bahwa Santo Thomas Aquinas,salah seorang teolog yang paling bijak didunia, tiba-tiba berhenti menulis menjelang akhir hidupnya. Waktu sekretarisnya mengeluh bahwa karyanya belumlah selesai.’ Thomas menjawab;Frater Reginald, ketika aku merayakan misa beberapa bulan yang lalu, aku mengalami Yang Ilahi. Pada hari itu juga aku sama sekali kehilangan minat untuk menulis. Sebenarnya semua yang telah kutulis tentang Allah bagiku tampaknya seperti jerami belaka”.

Memang seharusnya demikian seorang cendikiawan menjadi seorang mistik.

Ketika seorang mistik turun dari gunung, ia disongsong oleh seorang ateis yang berkata mencemooh:’Apa yang kau bawa dari taman kebahagiaan yang kau kunkingi?’

Orang mistik itu menjawab:’Aku sungguh berniat mengisi jubahku dengan bunga-bunga. Dan bila kembali pada kawan-kawanku, aku bermaksud menghadiahi mereka beberapa kuntum bunga. Tetapi ketika aku di sana, keharuman taman itu membuatku mabuk, sehingga aku menanggalkan jubahku.’

Para Guru Zen mengatakan hal itu lebih padat dan tepat:’Orang yang tahu, tidak banyak bicara.Orang yang banyak bicara, tidak tahu.’

By A de Mello SJ

Read Full Post »